nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Jual Bayi via Instagram, Pembeli Ditangkap

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 03:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 16 519 1964488 kasus-jual-bayi-via-instagram-pembeli-ditangkap-DJuZq0V7j5.jpg Terngsangka kasus penjualan bayi melalui Instagram. Foto: Okezone/Syaiful Islam

SURABAYA - Penyidik Polrestabes Surabaya terus mengembangkan kasus jual beli anak secara ilegal lewat media sosial. Di mana penyidik mendalami keterangan dari tersangka Alton, kasus penjualan bayi. Dari keterangan itu, Alton sudah tiga kali ikut menjual bayi.

Berkat informasi itulah, penyidik menangkap MN (24) warga Jalan Karah, Jambangan, Surabaya. MN sendiri berperan sebagai adopter atau pembeli bayi. Dalam kasus ini, Polisi juga menetapkan Alton (29) warga Sidoarjo sebagai tersangka.

Polisi masih memburu ibu bayi yang tega menjual darah dagingnya sendiri kepada orang lain. Kabarnya bayi itu kelahirannya tidak kehendaki oleh sang ibu kandang karena hasil dari hubungan gelap. Kini bayi malang tersebut dititipkan ke pemkot Surabaya.

Foto: Okezone/Syaiful Islam

Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan menjelaskan, hasil pengembangan dari proses penyidikan terhadap tersangka APP (Alton) ditemukan fakta pada September 2018. Dimana APP bertemu dengan MN di depan masjid agung Sidoarjo.

"Tersangka MN mengaku ingin mempunyai anak, sebab jika tidak segera punya anak akan diceraikan oleh suaminya. Lalu tersangka APP membantu mencarikan bayi yang dijual," terang Rudi, Senin (15/10/2018).

Akhirnya, APP menemukan orang tua yang bersedia menjual bayi. Wanita yang bersedia menjual bayinya yakni Yuvi warga Bandung. Lalu APP menawarkan bayi Yuvi yang berusia 3 hari pada MN. Akhirnya MN sepakat membeli bayi Yuvi dengan harga Rp 3,5 juta sebagai ganti biaya persalinan.

"Uang Rp 3,5 juta sudah dikirim oleh tersangka MN ke Yuvi pada 23 September. Selanjutnya mereka melakukan pertemuan di Semarang untuk menyerahkan bayi," paparnya.

Setelah menerima bayi, MN bersama APP pulang ke Surabaya naik kereta. Tersangka MN juga memberikan uang transport pada Yuvi senilai Rp 300 ribu.

"Tersangka akan dijerat dengan pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Pembahan atas UU RI No.23 tahun 2002 JO Pasal 76 F tentang perdagang Anak Jo Pasal 55 J0 56 KUHP," tandas Kapolrestabes Surabaya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini