nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Kutuk Keras Tindakan Penolakan Habib di Manado oleh Ormas Adat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 05:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 17 337 1964993 mui-kutuk-keras-tindakan-penolakan-habib-di-manado-oleh-ormas-adat-yT25M9o1mf.jpg Ormas adat menolak kedatangan Habib Bahar. Foto: Okezone/Subhan Sabu

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan ormas adat di Sulawesi Utara yang menolak kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Hanif bin Abdurrahman Al Atthos di Manado‎. Menurut MUI, penolakan tersebut merupakan tindakan intoleransi.

"MUI menolak dan mengutuk keras sikap intoleran pihak manapun dengan alasan anti NKRI," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Junaidi kepada Okezone, Rabu (17/10/2018).

Muhyiddin menjelaskan, kedatangan dua Habib tersebut tidak ada sama sekali kaitannya dengan kampanye pasangan calon presiden. ‎Kedatangan Habib Bahar dan Habib Hanif untuk memenuhi undangan resmi dari keluarganya.

Foto: Okezone/Subhan Sabu 

Oleh karenanya, Muhyiddin tidak sepakat dan sangat mengutuk adanya penolakan kedatangan Habib Bahar serta Habib Hanif di Manado. "Ini bukti bahwa yang intoleran adalah pihak yang menghadang Habib Bahar di Bandara," terangnya.

Baca: Ustaz Abdul Somad Merasa Diancam, Polri: Kalau Ada Laporan Kita Tindaklanjuti

Baca: Kerap Ditolak, Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Sejumlah Daerah Berikut

Sekadar informasi, sejumlah ormas gabungan Adat di Sulawesi Utara menolak kedatangan dua dari empat Habib yang akan mengisi tabligh akbar di Manado pada Senin, 15 Oktober 2018. Dua Habib yang ditolak tersebut yakni Bahar dan Hanif.

Sementara dua Habib lainnya yakni, Habib Husen bin Muhammad Assegaf dan Habib Abubakar bin Salim bin Smith tidak ditolak kedatangannya. Rencananya, ‎empat Habib itu akan mengikuti Haul Akbar ke-7 dari Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith serta doa bersama untuk Palu dan Donggala.

Foto: Okezone/Subhan Sabu 

Penolakan Habib Bahar dan Habib Hanif diduga karena keduanya pimpinan Front Pembela Islam (FPI) serta ceram‎ahnya dituding kerap memprovokasi umat Islam untuk melakukan kekerasan. Sementara Habib Hanif merupakan menantu dari pentolan FPI, Habib Rizieq Shibab.

MUI sendiri menekankan bahwa kedatangan dua Habib tersebut karena adanya undangan resmi dari pihak keluarga. Karena itulah, MUI tidak sepakat dengan tindakan sejumlah ormas adat itu.

"Kehadiran Habib atas undangan resmi keluarga Habib Smith dalam rangka haul. Tidak ada kaitannya dengan kampanye dan sebagainya. Kebetulan dia (Habib Hanif) menantu Habib Rizieq," ujarnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini