nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Kecewa Penegak Hukum Biarkan Dua Habib Dihalangi Ormas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 07:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 17 337 1964996 mui-kecewa-penegak-hukum-biarkan-dua-habib-dihalangi-ormas-gQd1x2HzJr.jpg Ormas adat menolak kedatangan Habib Bahar di Manado. Foto: Okezone/Subhan Sabu

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecewa terhadap tindakan aparat penegak hukum yang dinilai membiarkan sejumlah ormas adat di Sulawesi Utara ‎yang mengadang kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Hanif bin Abdurrahman Al Atthos di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado.

"MUI menyesalkan pihak penegak hukum yang melakukan pembiaran terhadap para preman yang seenaknya masuk ke wilayah yang seharusnya steril dari kegiatan demo," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Muhyiddin Junaidi kepada Okezone, Rabu (17/10/2018).

Menurut Muhyiddin, tindakan para ormas yang menghadang dua Habib di Bandara Internasional Sam Ratulangi, ‎melanggar perundang-undangan. Sebab, seharusnya bandara merupakan daerah yan dilarang untuk berdemo.

"Itu tindakan sangat bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan, seakan mereka sangat berkuasa dan bisa bertindak seenaknya," ujarnya.

Foto: Okezone/Subhan Sabu

‎MUI sendiri mengutuk keras tindakan ormas adat yang menolak kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Hanif bin Abdurrahman Al Atthos di Manado‎. Menurut MUI, penolakan tersebut merupakan tindakan intoleransi.

Baca: Kerap Ditolak, Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Sejumlah Daerah Berikut

‎Baca: Polemik Ceramah Kontroversi Evie Effendi: "Menafsirkan Alquran Tak Cukup Keahlian Pas-pasan"

Muhyiddin menjelaskan, kedatangan dua Habib tersebut tidak ada sama sekali kaitannya dengan kampanye pasangan calon presiden. ‎KedatanganHabib Bahar dan Habib Hanif untuk memenuhi undangan resmi dari keluarganya.

Foto: Okezone/Subhan Sabu 

Oleh karenanya, Muhyiddin tidak sepakat dan sangat mengutuk adanya penolakan kedatangan Habib Bahar serta Habib Hanif di Manado. "Ini bukti bahwa yang intoleran adalah pihak yang menghadang Habib Bahar di Bandara," terangnya.

Sekadar informasi, sejumlah ormas gabungan Adat di Sulawesi Utara menolak kedatangan dua dari empat Habib yang akan mengisi tabligh akbar di Manado pada Senin, 15 Oktober 2018. Dua Habib yang ditolak tersebut yakni Bahar dan Hanif.

Sementara dua Habib lainnya, yakni Habib Husen bin Muhammad Assegaf dan Habib Abubakar bin Salim bin Smith tidak ditolak kedatangannya. Rencananya, ‎empat Habib itu akan mengikuti Haul Akbar ke-7 dari Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith serta doa bersama untuk Palu dan Donggala.

Penolakan Habib Bahar dan Habib Hanif diduga karena keduanya pimpinan Front Pembela Islam (FPI) serta ceram‎ahnya dituding kerap memprovokasi umat Islam untuk melakukan kekerasan. Sementara Habib Hanif merupakan menantu dari pentolan FPI, Habib Rizieq Shibab.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini