nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkumham Sebut Kurang dari 1.000 Napi di Sulteng Masih Kabur Pascagempa

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 13:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 17 337 1965173 menkumham-sebut-kurang-dari-1-000-napi-di-sulteng-masih-kabur-pascagempa-gQ4ftHAz4r.jpg Menkumham Yasonna H Laoly. (Foto: Ist)

JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly mengatakan narapidana yang masih melarikan diri dari rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah (Sulteng) pascagempa serta tsunami berjumlah di bawah 1.000 orang.

"Jadi sebagian besar sudah kembali. Kemarin hampir 1.000, sekarang sudah di bawah 1.000. Bahkan ada di Solo lapor, di tempat lain (lapor). Jadi sudah ini kan ada perpanjangan tanggap darurat, biarkanlah ini kita bisa bayangkan ada keluarga (napi) yang meninggal, jadi enggak bolehlah kita menyatakan," kata Yasonna ketika berada di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

"Tapi nanti kalau sudah selesai, kita harap baik-baik nanti kita minta polisi," sambungnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengatakan, sebanyak 38 persen tahanan dan narapidana yang kabur pascagempa serta tsunami di Sulteng sudah melaporkan diri.

Berdasarkan data per Selasa 16 Oktober 2018, warga binaan di Lapas Palu berjumlah 566 orang. Saat ini napi yang sudah kembali sebanyak 286 orang dan yang masih kabur 275 orang. Sementara 5 orang berada di lapas atau rutan lain.

(Baca juga: 4.408 Napi dan Tahanan Lanjut Usia di Indonesia Butuh Penanganan Khusus)

Kemudian, sambung dia, warga binaan di Lapas Palu berjumlah 96 orang. Saat ini napi yang sudah kembali 46 orang dan yang masih kabur 50 orang, 18 di antaranya sudah melaporkan diri. Di LPKA Palu, warga binaan di sana berjumlah 28 orang. Saat ini napi yang sudah didalam 23 orang dan sudah lapor 5 orang.

"Kemudian di Rutan Palu. Jumlah seluruh warga binaan 458 orang. Sekarang di dalam 190 orang, sudah lapor masih di luar 248 orang. Rutan Donggala jumlah sebelum gempa 342 orang. (Saat ini) yang ada di rutan 39 orang, dititipkan di Rutan Palu 52 orang, dititip di LPP 10 orang dan dititip di LPKA 1 orang," papar Utami.

"Itu data Selasa 16 Oktober. Jadi sudah tinggal 38 persen yang ada di luar, mereka sudah melapor," sambungnya.

Utami menuturkan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama dengan Kapolda dan Pemprov Sulteng untuk menyikapi tahanan dan napi yang masih melarikan diri. Namun dengan adanya perpanjangan masa tanggap darurat bencana, para warga binaan masih diberikan kesempatan berada di luar untuk kemudian kembali lagi ke rutan atau lapasnya masing-masing.

"Mereka diberi kesempatan (sampai masa akhir tanggap darurat bencana Sulteng). (Bila tidak kembali) nanti betul-betul ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO)," ujar Utami.

(Baca juga: Napi Lapas Jember Tewas dengan Luka Tusuk)

Ditjen PAS mengimbau agar tahanan dan napi yang masih berada di luar segera kembali. Bila tidak, pemerintah tidak akan memberi remisi atau pemotongan waktu hukuman kepada mereka yang melanggar.

"Kami pengin mengimbau mereka masih di luar untuk segera balik. Kami akan mengusulkan barangkali mungkin tidak diberi remisi (bagi napi yang melanggar)," jelas Utami.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini