nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Perbatasan RI-Filipina Hasilkan 10 Kesepakatan

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 21:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 17 519 1965437 sidang-perbatasan-ri-filipina-hasilkan-10-kesepakatan-3Yb4jcOdJP.jpg

SURABAYA - Pangkoarmada II selaku Ketua Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Danlantamal VIII Laksamana pertama TNI Ahmadi Heri Purwono dan Eastern Mindanao Command (EMC) Commanger Lieutenani General (Ltgen) Benjamin R. Madrigal Junior Armed Forces of the Philippines (APP) selaku Ketua Delegasi Filipina menandatangi kesepakatan kerjasama dalam Sidang Tingkat Ketua Komite Perbatasan Republik Indonesia - Republik Filipina (RIBC - RPBC) Ke XXXVII Tahun 2018, di Auditorium puslat Kaprang, KoIat Koarmada ll, Ujung Surabaya, Rabu (17/10/2018).

Kesepakatan antara Indonesia dan Filipina telah dimulai pada tanggal 4 Juni 1956 dalam bidang ekonomi berupa persetujuan Iintas batas (Border 0933 Agreement). Kemudian pada 11 Maret 1975 dikembangkan melalui perjanjian dan patroli perbatasan antara Indonesia dan Filipina, ditandatangani dengan mengembangkan kesepakatan melalui Border Patrol Agmement dan Border Cising Agreement sebagai revisi atas kesepakatan sebelumnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan sidang tahunan ini adalah untuk meningkatkan kerja sama keamanan antara Filipina dan lndonesia pada permasalahan keamanan, yang berada di wilayah perbatasan. Serta menjaga hubungan harmonis kedua negara.

Sidang ini dibagi menjadi dua sub komite yang mempunyai agenda diskusi masing-masing yaitu sub A bidang patroli Perbatasan dan Komunikasi, Sub 3 bidang Intelijen dan Perlintasan Perbatasan yang tergabung dalam Technical WOrking Group on Maritime and Ocean Concerns (TWG-MOC) yang membahas tentang masukan untuk revisi perjanjian patroli perbatasan dan pelintas batas tahun 1975.

"Permasalahan yang dibahas terkait imigrasi, beacukai, karantina dan kemananan perbatasan Indonesia Filipina. Ada 13 item yang kita bicarakan, dan kita menghasilkan 10 kesepakatan, dan ada 3 agenda yang dilanjutkan kedepannya," terang Laksamana pertama TNI Ahmadi Heri Purwono.

Menurut Heri, persoalan yang paling krusial banyak masalah imigrasi. Dimana banyak penduduk Indonesia ke Filipina atau sebaliknya. Untuk kesepakatan yang aka dilakukan yakni bagaimana membuat kebijakan semakin mempeemudah hubungan timba balik itu.

"Kita sudah mempunyai pintu-pintu masuk yang sudah ditentukan ada tiga pintu. Pada prinsipnya bagaimana mempermudah hal tersebut sehingga mengurangi permasalahan yang dihadapi para pendatang di dua negara ini," papar Heri.

Momen berharga konferensi komite perbatasan ke-37 hari ini berjalan dengan baik, sesuai agenda yang sudah diusulkan oleh masing-masing negara. Dan dalam diskusi dua hari ini diharapkan akan mencakup semua pemecahan permasalahan yang ada di perbatasan Filipina dan Indonesia.

Bersama-sama menyadari bahwa manajemen perbatasan bukanlah tugas yang mudah. Kedua negara memiliki wilayah perbatasan laut yang luas dan juga setiap negara memiliki masalah internal sendiri yang perlu dipecahkan. Tetapi konferensi ini adalah untuk mencari perspektif umum dan mendiskusikan semua item agenda terencana.

"Supaya kedua negara bisa mendapatkan solusi dalam sidang ketua komite perbatasan Rl-RPBC tahun 2018," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini