Pendidikan di Singapura Tinggalkan Sistem Peringkat di Kelas

Vanni Firdaus Yuliandi, Okezone · Rabu 17 Oktober 2018 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 17 65 1965241 pendidikan-di-singapura-tinggalkan-sistem-peringkat-di-kelas-Pg0VgixAVN.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pendidikan di Singapura tidak membandingkan lagi kinerja siswanya di sekolah. Sistem pendidikan ini pun mampu merubah sikap bahwa siswa harus belajar dan bukan berkompetisi.

Sebelumnya sistem pendidikan Singapura dikenal dengan sistem yang menekankan akademik siswanya untuk mendapatkan nilai yang sempurna.

Namun pada 2019, ulangan atau ujian untuk siswa yang berusia 6-8 tahun akan dihapus. Tetapi para guru akan tetap memberikan penilaian untuk memberikan pemahaman dan feedback selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sistem pendidikan Singapura kini tidak lagi menunjukkan posisi siswa di kelas atau rangking pada buku laporan (rapor) untuk membiarkan siswa fokus pada pengembangan dirinya dan mencegah untuk tidak ada perbandingan dengan siswa lainnya.

Baca Juga: Gempa Tsunami Palu-Donggala, Kemendikbud Siapkan Kebijakan Khusus

Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung mengatakan, sistem pendidikan Singapura tahun ini akan berubah dengan mengurangi fokus akademik siswanya dan lebih fokus kepada pengembangan diri dari siswanya tersebut.

“Mengurangi fokus akademik dengan tidak terlalu berlebihan mengejar nilai. Lebih membantu siswa-siswa untuk mempersiapkan tantangan dunia kedepan pasti akan sangat kompleks dan tentunya akan menjadi pembelajaran seumur hidupnya pada tahun 2020,”ujarnya yang dikutip Okezone dari video resmi di Facebook World Economic Forum, Rabu (17/10/2018).

Baca Juga: Milenial, 11 Pertanyaan Ini Perlu Dijawab Sebelum Usia 30

Ong Ye menambahkan, keterampilan kerja yang dibutuhkan saat ini akan terlihat sangat berbeda, misalnya seperti kemampuan soft skills.

“Keterampilan kerja yang penting saat ini yaitu mengasah softskills seperti kreativitas atau kepemimpinan. Karena hal tersebut kemungkinan akan meningkat jika penting atau banyak orang yang mencari. Sehingga karyawan akan membutuhkan tambahan 101 hari pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan pada tahun 2022,” ucapnya

Lebih lanjut Ong Ye membenarkan bahwa ujian akhir juga akan dihapus. Lanjut Ong, untuk beberapa siswa senior akan di bebaskan untuk lebih memiliki banyak waktu dan ruang di sekolah untuk menyesuaikan dengan mata pelajaran baru atau mendorong dan memotivasi belajar mandiri.

Bisakah negara kita memiliiki sistem belajar seperti di Singapura?

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini