nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buat Film Dokumenter Tanpa Izin, 4 WN Turki dan 1 Australia Diamankan di Makassar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 18 Oktober 2018 07:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 18 340 1965530 buat-film-dokumenter-tanpa-izin-4-wn-turki-dan-1-australia-diamakan-di-makassar-C55Q5qiPFK.jpg Para WNA yang diamankan karena membuat film dokumenter tanpa izin. Foto: Okezone/Herman Amiruddin

MAKASSAR - Petugas Imigrasi Kantor Wilayah Makassar mengamankan lima warga negara asing (WNA) saat membuat film dokumenter di Kabupatena Gowa, Sulawesi Selatan pada Rabu (17/10/2018).

Mereka diamankan lebih dulu oleh petugas kepolisian sekitar pukul 15.30 Wita di Dusun Parangmaklengu, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Selanjutnya lima orang WNA itu diserahkan ke petugas Imigrasi Makassar untuk pengecekan terhadap paspor yang digunakan. Karena para WNA datang ke Indonesia dengan menggunakan paspor kunjungan wisata.

Kasi Intelejen dan Penindakan Imirgarasi Makassar Noer Putra Bahagia mengatakan, kelima WNA itu melakukan kegiatan pengambilan gambar dan membuat film dokumenter tanpa izin.

Tanpa izin aparat pemerintah setempat baik Dusun, Desa, Camat, maupun tingkat Kabupaten serta tidak melapor ke kantor imigrasi Kota Makassar.

Selanjutnya petugas Imigrasi menyita semua pasport milik WNA dan akan dicek tentang dokumentasi film dokumenter yang selama ini diambil diwilayah Sulawesi Selatan.

"Untuk mengetahui kebenaran kegiatan yang dilakukan selama ini," kata Putra kepada Okezone saat ditemui di Makassar.

Masing-masing WNA asal Negara Turki 4 orang dan Australia 1 orang. Adapun nama-nama kelima WNA itu adalah Mr. Sinan, Mr. Mustafa, Mr. Tahir Enes, Mr. Hakan dan satu WNA asal Australia Mr. Rezhad.

"Mereka didampingi pemandu asal Indonesia. Mereka melakukan kegiatan dalam rangka kunjungan wisata dan pembuatan film dokumenter," terang Putra.

Mereka membuat film dokumenter yang difokuskan pada kegiatan masyarakat desa yang mengandung unsur keunikan, kesenian dan cagar budaya.

"Tadi sekitar pukul 15.30 Wita. Kemudian kita bawa ke Makassar. Kita bawa ke Makassar dalam keadaan aman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Putra.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini