nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa UB Raih Medali Emas pada Ajang Kompetensi Internasional

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Kamis 18 Oktober 2018 11:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 18 65 1965601 mahasiswa-ub-raih-medali-emas-pada-ajang-kompetensi-internasional-vsUEAJgw84.jpeg Mahasiswa Universitas Brawijaya (Foto: Website Universitas Brawijaya)

JAKARTA – Melalui pemberdayaan masyarakat di kawasan UB (Universitas Brawijaya) Forest, dua mahasiswa delegasi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya Malang kembali meraih mendapatkan medali emas dalam kategori The Most Impactfull Innovation dan Special Award dalam ajang International Young Innovators Summit (IYIS) 2018.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Cindy Diah Ayu Fitriana (Agroekoteknologi 2015 jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Achmad Roekhan (Agroekoteknologi 2017) yang berhasil membawa pulang medali emas dalam kompetisi internasional tersebut.

Baca Juga: Terinspirasi dari Hiportemia, Mahasiswa RI Ciptakan Jaket Suhu Badan

Inovasi yang dikompetisikan oleh tim FP dalam ajang IYIS 2018 ialah pemberdayaan masyarakat di Kawasan UB Forest dalam upaya mengurangi permasalahan kemiskinan dunia yang berbasis kearifan lokal Indonesia. Judul yang diusung dalam kompetisi ini yaitu Omah Lestari Empowerment of Village community in the area of Brawijaya University's Forest based on PANCASILA as a local wisdom to realize SDG's 2030.

Salah satu anggota tim Cindy mengatakan Omah Lestari merupakan sebuah konsep rumah dengan memanfaatkan keanekaragaman serangga hutan sebagai kerajinan tangan dan budidaya lebah madu hutan.

kampus

“Budidaya lebah madu hutan Trigona sp di kawasan UB Forest berpotensi untuk melejitkan perekonomian desa. Hal ini dikarenakan, salah satu sumber nektar lebah Trigona sp ialah nektar bunga kopi yang ketersediaannya berlimpah di kawasan UB Forest,”ujarnya yang dikutip Okezone dari laman UB, Kamis (18/10/2018)

Selain itu, lanjut Cindy keanekaragaman arthropoda yang berlimpah di kawasan UB Forest membuka peluang usaha dalam menambah pemasukan masyarakat desa.

“Kerajinan tangan dengan memanfaatkan serangga hutan dari keluarga Coleoptera dan Heminoptera menjadi trend baru dalam pasar domestik maupun international. Sehingga, serangga terbaik akan dipilih dan diperbanyak untuk proses pinning serangga menjadi suatu kerajinan khas Indonesia yang mencerminkan kekayaan hayati yang tinggi,”ucapnya.

Baca Juga: Alat Pendeteksi Potensi Bencana Alam Mahasiswa RI Diakui Dunia

Ajang International Young Innovators Summit (IYIS) 2018 diselenggarakan di Tokyo International Exchange Center, Jepang selama empat hari (8/10-11/10/2018). Acara ini diikuti 50 delegasi terpilih dari seluruh negara dengan perwakilan dari Indonesia sebanyak 11 delegasi. Mereka terdiri dari empat tim dari UB, dua tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tiga tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB), satu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan satu dari Universitas Indonesia (UI) serta 39 dari mahasiswa dari Negara lain.

Sebanyak 50 delegasi terpilih memperebutkan sepuluh Gold medal pada lima kategori yang meliputi; The most impactful innovation, Best solution, Best Idea Innovation, Most creative innovation dan The most outstanding innovation.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini