nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wenny Warouw Masih Percaya "Peluru Nyasar" untuk Takut-Takuti Anggota DPR

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 07:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 19 337 1966034 wenny-warouw-masih-percaya-peluru-nyasar-untuk-takut-takuti-anggota-dpr-0ruYPOtOau.jpg

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Wenny Warouw masih belum percaya dengan kesimpulan polisi bahwa peluru yang menembus ruang kerjanya itu adalah peluru nyasar. Politikus Gerindra itu akan menunggu hasil rekonstruksi yang akan dilakukan polisi.

"Kalau tidak direkonstruksi tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Musti direkonstruksi," kata Wenny kepada Okezone, Jumat (19/10/2018).

Wenny melanjutkan, polisi harus membawa para pelaku ke Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat, untuk dilakukan reka ulang agar terungkap, kenapa lima peluru itu bisa sampai ke ruang kerjanya dan rekan-rekannya secara bersamaan.

Wenny mengaku sudah tahu persis lokasi Lapangan Tembak yang dijadikan sebagai tempat latihan oleh para pelaku. Sebagai purnawirawan polisi, ia punya kesimpulan bahwa sulit dipercaya apabila semua peluru yang ditemukan di gedung parlemen itu peluru nyasar.

(Baca Juga: Wenny Warouw: Peluru Baru Dicabut Kok Langsung Bilang Nyasar? Tidak Profesional!)

"Menurut saya kalau sudah lima peluru itu sengaja ditembakkan untuk menakut-nakuti anggota DPR," pungkasnya.

Sekedar informasi, hari ini polisi mengagendakan reka ulang atau rekonstruksi terkait kasus penembakan di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta Pust.

Sebelumnya diberitakan, penembakan terjadi pada Senin 15 Oktober kemarin sekira pukul 14.45 WIB. Peluru mennembus ruang kerja Wenny Waraouw, serta jendela ruangan milik Anggota DPR dari Fraksi Golkar fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.

(Baca Juga: Tembakan ke Gedung DPR Apa Benar Peluru Nyasar?)

Dua hari kemudian, pada Rabu 17 Oktober kemarin ditemukan lagi tiga peluru, masing-masing di ruang kerja anggota 10 Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan Didik Mukriyanto lantai 9, serta anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20.

Pelaku pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing seorang PNS di Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY. Polisi menyimpulkan peluru di gedung DPR RI itu peluru nyasar yang berasal dari pistol pelaku saat latihan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat. (Kha)

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini