nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usul Pemindahan Lapangan Tembak Pasca-Peluru Nyasar ke DPR, Ini Pendapat Polri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 19 337 1966305 usul-pemindahan-lapangan-tembak-pasca-peluru-nyasar-ke-dpr-ini-pendapat-polri-IJ5HFZ8HvO.jpg (Foto: Harits Tryan/Okezone)

JAKARTA - Polri menyatakan masih masih harus melakukan pengkajian secara mendalam terkait wacana pemindahan Lapangan Tembak, Senayan. Hal ini menyusul adanya insiden peluru nyasar ke Gedung DPR RI.

"Pertama tentu harus dikaji dulu mendalam. Untung dan ruginya. Kedua, setelah dikaji untung dan ruginya, biayanya," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto dikantornya, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Menurut Setyo, untuk saat ini, pihaknya belum merekomendasikan dipindahkannya tempat latihan olahraga tembak tersebut. Pasalnya, kata dia, solusi terbaik saat ini adalah meningkatkan standar pengamanan.

Tersangka peluru nyasar.

"Kalau saya sependapat dalam waktu dekat jangka pendek ini pengamanan ditingkatkan dulu di lapangan tembak," ujar Setyo yang juga Ketua Perbakin DKI Jakarta itu.

(Baca juga: Peluru Nyasar ke DPR dari Senjata Otomatis, Perbakin: Ada Kelalaian Pendamping)

Peningkatan pengaman, Setyo menjelaskan, misalnya seperti pemasangan pagar pembatas yang lebih proporsional. Kemudian memperketat pengawasan orang-orang yang akan berlatih di sana.

"Sertifikasi kan baru sekali tes, dia tidak tahu menggunakan senjata otomatis di lapangan tembak tak boleh. Kita untuk olahraga bukan untuk tempur," tutur Setyo.

(Baca juga: Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR, 2 Tersangka Peragakan 25 Adegan)

Terkait insiden ini, polisi telah menetapkan dua PNS Kementerian Perhubungan, yakni IAW dan RMY sebagai tersangka. Dari kedua tersangka, polisi menyita dua buah pucuk senjata api jenis Glock 17 dan Akai Custom dengan kaliber 40.

Selain dua pucuk senjata, polisi juga menyita tiga buah magazine serta tiga kotak peluru ukuran 9x19. Kemudian, dua buah magazine dan satu kotak peluru ukuran 40.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini