nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Milenial Makin Tertarik dengan Kuliah Online, Ini Buktinya

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 10:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 19 65 1966084 generasi-milenial-makin-tertarik-dengan-kuliah-online-ini-buktinya-Oz2qQ2MyhB.jpeg Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Generasi milenial semakin banyak yang tertarik kuliah online. Hal ini terbukti dari jumlah calon mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) yang kini semakin diserbu lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

Proporsi mahasiswa baru di Kampus UT menunjukkan perubahan. Jika dulu mahasiswa baru didominasi pekerja dan yang berkeluarga, dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah lulusan SMA mulai banyak mendaftar.

Baca Juga: 10 Bidang Komunitas Paling Diminati, dari Pendidikan hingga Automotif

”Ini sebagai dampak kemajuan teknologi, komunikasi, dan informasi (TIK) di managenerasi milenial semakin friendly dengan internet dan kuliah online,” kata Rektor Universitas Terbuka Ojat Darodjat seusai Seminar Nasional dan Lokakarya 1 Abad NU dan Perguruan Tinggi NU di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (18/10/2018)

Ojat menjelaskan, pada masa pendaftaran maha siswa baru tahun ini, tercatat ada 75.000 calon mahasiswa baru mendaftar untuk kuliah di UT. Dari jumlah itu sekitar 75%-nya merupakan mahasiswa yang baru lulus SMA dan yang sederajat.

kampus

Menurut dia, data ini menjadi sinyalemen kepada UT bahwa terjadi pergeseran mahasiswa dari kalangan yang sudah bekerja dan berkeluarga ke generasi milenial. Selain itu generasi milenial juga melihat bahwa teknologi informasi bisa memangkas biaya pendidikan.

Sebagai gambaran, biaya kuliah satuan kredit semester (SKS) di UT itu rentangnya antara Rp35.000 hingga Rp60.000. Biaya kuliah bisa ditekan lantaran bahan ajar tidak menggunakan buku cetak, melainkan bisa diunggah ataupun diunduh secara gratis melalui internet.

”Sangat terjangkau bagi masyarakat karena bahan ajarnya di gital. Murah tapi bukan murahan,” katanya.

Baca Juga: 6 Hal yang Wajib Dilakukan Setelah Diterima di Perguruan Tinggi

Menurut Ojat, saat ini para generasi milenial ini juga mengubah peta jurusan mata kuliah. Guru-guru yang menjadi mahasiswa jurusan pendidikan guru sekolah dasar (SD) dan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) memang masih mendominasi jumlah mahasiswa di fakultas keguruan. Namun kini generasi milenial berkontribusi untuk mengisi jurusan ekonomi, hukum, dan ilmu sosial politik yang dahulu sepi peminat.

Dia menjelaskan bahwa angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi baru 31,5%. Sementara 68,5% lulusan SMA tidak terserap masuk keperguruan tinggi. Jika semua kampus bisa menyediakan kuliah online, APK pendidikan tinggi bisa ditingkatkan lebih cepat.

”Kita harap pada 2020 nanti APK pendidikan tinggi kita bisa 40 % atau setara dengan rata-rata APK di Asia,” ungkapnya.

Wakil Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) M Afifi mengatakan, dengan bimbingan dari UT yang sudah menjalankan pendidikan jarak jauh (PJJ) sejak 34 tahun lalu, pihaknya berharap 32 PTNU pada semester ganjil 2019 ada yang bisa membuka kuliah online.

Total ada 257 kampus NU yang saat ini beroperasi dengan jumlah mahasiswa sekitar 500.000 orang. Dia berharap pada 2019 nanti dari 32 kampus tersebut akan ada 100.000 mahasiswa yang bisa menikmati kuliah online.

Baca Juga: Revolusi 4.0, Mahasiswa Dituntut Pahami Literasi Baru

Afifi menerangkan, sebagai tahap awal kuliah online yang diharapkan bisa berjalan tahun depan itu bukan di semua program studi (prodi). Namun kuliah online diterapkan di mata kuliah dasar umum dulu seperti Pancasila.

”Kami juga punya mata kuliah wajib NU Aswaja (yang bisa kuliah online). Jadi memang tak di semua prodi. Nanti jika sudah bagus bisa diperbesar ke seluruh prodi,” katanya.

Sementara itu generasi digital native memang tidak suka dengan pola kuliah yang teratur. Mereka lebih cocok dengan sistem kuliah yang fleksibel atau pola belajar mandiri dengan sistem online di mana kualitas belajarnya pun dinilai lebih baik. Generasi milenial ini kemampuan belajarnya lebih cepat karena mereka bisa men jangkau informasi dari ujung jari mereka saja melalui perang kat teknologi yang dipegangnya.

kampus

Pengamat dan praktisi pendidikan dari Eduspec Indra Charismiadji menjelaskan, semakin mudah dijangkaunya kuliah dengan kemajuan teknologi informasi dan komuni kasi yang juga semakin menarik minat generasi milenial tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), lanjut dia, harus memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak jurusan untuk pekerjaan-pekerjaan masa depan.

Menurut Indra, pola pembelajaran jarak jauh yang ada di UT ini harus bisa menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan pasar. Jika dunia saat ini fokus di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, jurusan yang bisa dikembangkan melalui kuliah online ini bisa juga ditambah dengan arah pengembangan ekonomi Indonesia.

(Neneng Zubaidah)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini