nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potensi Pasar Wisata, Kaum Milenial 'Pemasok' Devisa Terbesar

Koran SINDO, · Jum'at 19 Oktober 2018 14:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 19 65 1966218 potensi-pasar-wisata-kaum-milenial-pemasok-devisa-terbesar-Hh9xfuGSe9.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Para millennial travelers ini mempunyai kesenangan untuk berpetualang atau travelling, namun mereka lebih suka menggunakan jasa-jasa perjalanan wisata yang berbasis aplikasi, bukan lagi konvensional. “Ini tentu menjadi salah satu tantangan besar bagi pelaku bisnis pariwisata di Tanah Air untuk segera menyesuaikan model bisnis mereka sesuai dengan tuntutan pasar,” tandas Kiki.

Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Asnawi Bahar mengatakan, tumbuhnya wisatawan milenial merupakan peluang besar bagi industri pariwisata. Asita menyatakan siap menyesuaikan selera dan kebutuhan dari pangsa pasar millennial tourism.

Industri pariwisata juga dituntut untuk dapat menyesuaikan perubahan karakteristik dari wisatawan yang berusia lebih muda tersebut. “Tentu akan ada perubahan karakteristik dari millennial tourism ini, jadi kita harus menyesuaikan habit dan kebiasaan mereka, pasti ada sensasi baru yang berkembang, karena mereka tidak menganut paham tradisional,” kata Asnawi.

Baca Juga: 5 Tempat Glamping Seru di Libur Akhir Pekan

Dia mengakui saat ini industri wisata di Tanah Air cukup tertekan dengan hadirnya layanan travel online seperti pemesanan tiket secara online dan juga pemesanan hotel secara online.

Untuk itu, pihaknya siap beradaptasi dengan mengombinasikan sistem konvensional dan digital yang akhirnya menghasilkan layanan terbaik. “Kami akan membuat produk baru yang disesuaikan dengan habit mereka, produk yang punya sentuhan teknologi,” ucapnya.

Asnawi mengakui, saat ini sebagian besar wisatawan milenial lebih memanfaatkan teknologi digital dibandingkan cara tradisional dalam memilih tiket akomodasi maupun pemesanan kamar hotel. Meski demikian, Asita tetap optimistis bisa meraih pangsa pasar tersebut dengan mengandalkan pelayanan terbaik.

Hal serupa juga diyakini Rhenald Kasali yang meyakini pelaku usaha pariwisata akan mampu beradaptasi dengan per ubahan. “Karakter bisnis pariwisata itu mereka terperangkap masa lalu, kaget, tapi kemudian dengan cepat mereka beradaptasi,” tuturnya.

Baca Juga: Rekomendasi Glamping Mewah di Pulau Dewata untuk Akhir Pekan

Asdep Manajemen Strategis Kemenpar Frans Teguh mengatakan, di era digital saat ini kaum milenial sebagai pemeran utama dalam menggunakan teknologi dan mengakses informasi di dunia maya.

Kaum Generasi Y ini mudah terlihat dengan kegemaran mereka berwisata dan lebih senang berpetualang, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. “Minimnya pengalaman tidak mengurungkan niat kaum ini untuk mengaktualisasi diri, ini yang membedakan generasi sebelumnya yang sudah berpengalaman dan lebih menyenangi aktivitas rutinitas yang sudah jelas,” kata Frans.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga kerap menyinggung terkait peran besar milenial dalam pariwisata. “Market-nya adalah para milenial. Anak-anak muda mobile, digital dan interaktif. Mereka membutuhkan pengakuan, esteem needs, terutama melalui media sosial,” tuturnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini