nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MNC Media Ajak Mahasiswa Pancabudi Medan Lawan Hoax

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Sabtu 20 Oktober 2018 06:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 20 65 1966560 mnc-media-ajak-mahasiswa-pancabudi-medan-lawan-hoax-DXfz1epsYY.jpg Seminar literasi digital digelar oleh MNC Media di Universitas Pancabudi Medan (Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Sebanyak 250 mahasiswa Universitas Pancabudi Medan, menghadiri Seminar Literasi yang digelar MNC Group di Kampus D Universitas Pancabudi, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Jumat (19/10/2018).

Seminar yang diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan hari ulang tahun MNC Media ke-29 itu, mengangkat topik "Bersatu Memajukan Negeri dengan Meningkatkan Literasi Digital Untuk Generasi Milenial". Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut, putra daerah Sumatera Utara yang kini menjadi Direktur Pemberitaan MNC, Arya Mahendra Sinulingga.

Dalam paparannya, Arya mengajak para mahasiswa untuk bijak dalam mencermati informasi di dunia digital, khususnya di sosial media. Karena saat ini, banyak informasi bohong (hoax), ujaran kebencian, maupun sikap-sikap negatif yang beredar disana.

"Kita harus melawan hoax ini secara bersama-sama, karena ini (hoax) menyesatkan dan memicu perpecahan bangsa kita," tegas Arya.

Arya menyebutkan, menjelang pemilu tahun depan, akan banyak sekali hoax, ujaran kebencian dan nyinyir berbau politik yang akan menerpa sosial media. Para mahasiswa pun diminta untuk tidak terjebak dengan hoax yang cenderung hanya menjadi manuver politik para elit saja.

 

"Di sosial media itu jangan baperan (bawa perasaan). Apalagi sampai memutus silaturahmi antara teman dan saudara. Jangan kita yang di akar rumput ini dijebak. Sementara elit di atas justru saling berpelukan. Saya contohnya. Dulu saya ketua tim media Prabowo-Hatta. Pak Prabowo sayang sekali sama saya. Tapi sekarang saya juru bicara Pak Jokowi dan kerja saya mengkritik Pak Prabowo. Setiap ketemu Prabowo, dia tetap peluk saya," tukas Arya.

Melawan hoax lanjut Arya, bisa dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi setiap informasi yang di dapat. Sikap tidak gampang percaya dengan informasi juga penting agar tak terpapar hoax

"Jadi kita harus kritis atas informasi yang diterima. Jangan langsung percaya apalagi langsung membagikannya. Karena salah-salah bisa kita yang masuk penjara. Kan aturannya sudah sangat ketat," tukas Arya.

"Ciri-ciri hoax itu sering pakai kalimat yang fenomenal, heboh, dan kalimat-kalimat yang sifatnya mengajak orang untuk membaca berita teraebut," tambahnya.

Arya lebih lanjut mengatakan, untuk mengidentifikasi hoax, bisa juga dilakukan dengan memverifikasi setiap informasi yang diterima di sosial media, ke sumber-sumber digital yang terpercaya. Seperti ke portal-portal berita yang tergolong sebagai media arusutama (mainstream).

"Kalau media-media mainstream, biasanya patuh pada banyak aturan tentang pemberitaan. Artinya, kita harus cek, ricek dan ricek lagi. Jadi bisa dijadikan acuan dan pembanding. Jadi setiap ada informasi di sosial media, coba saja telusuri di mesin pencari, apakah informasi itu ada di media mainstream atau tidak. Kalau tidak ada, hampir pasti informasi itu hoax,"jelasnya.

 

Arya menegaskan, pemahaman akan literasi digital penting bagi para mahasiswa. Karena sebagai kelompok warga terpelajar, para mahasiswa akan menjadi sumber daya yang besar bagi pemerintah untuk melawan setiap informasi palsu, bohong dan propaganda yang memecah persatuan bangsa.

"Di Indonesia ini orang terpelajar cuma 10 persen. Jadi mereka andalan kita untuk menahan dan melawan hoax. Kalau orang terpelajar bisa menahan hoax, maka melawan hoax di Indonesia menjadi lebih mudah dilakukan,"tandasnya.

Selain literasi media, dalam seminar itu para mahasiswa juga mendapatkan materi literasi keuangan dari MNC Sekuritas dan MNC Bank. Diharapkan dengan pemahaman akan literasi keuangan tersebut, para mahasiswa juga dapat mengembangkan bakat kewirausahaan mereka, dan menjadi pada pengusaha-pengusaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja sesuai menamatkan pendidikan mereka di perguruan tinggi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini