nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiba di Semarang, Kirab Satu Negeri Didoakan Tokoh Lintas Agama

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 21 Oktober 2018 10:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 21 512 1966848 tiba-di-semarang-rombongan-kirab-satu-negeri-didoakan-tokoh-lintas-agama-D9vyRBy78m.jpeg Tarian Sufi mengisi cara penyambutan tim Kirab Satu Negeri GP Ansor di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Foto: Ist)

SEMARANG - Tim Kirab Satu Negeri GP Ansor beserta 17 pataka Merah Putih dari zona Rote, tiba di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kedatangan tim kirab disambut dengan resepsi yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Sabtu 20 Oktober malam.

Acara yang berlangsung gayeng ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama, seniman, budayawan, TNI-Polri, dan pemerintahan daerah setempat. Di antaranya, Kiai Budi Harjono, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah Zainudin Ahpandi, Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, penyair dan budayawan Eko Tunas, Timur Suprabama, Sosiawan Leak, serta tokoh Tionghoa Harianto Halim, dll.

(Baca Juga: Kirab Satu Negeri Penting untuk Jaga Keutuhan NKRI)

Mereka pun mendoakan acara Kirab Satu Negeri agar perjalanannya lancar, bermanfaat bagi masyarakat, terutama menumbuhkan kecintaan pada Tanah Air dan memegang teguh konsensus bangsa Indonesia.

Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly mengatakan, acara bertajuk "Ngaji & Doa untuk Negeri" digelar berkaitan dengan kondisi Indonesia yang sedang didera bencana alam di beberapa daerah. Acara ini juga merupakan rangkaian kegiatan Kirab Satu Negeri yang digagas Pimpinan Pusat GP Ansor. Kirab dimulai dari lima titik terdepan di Indonesia, yaitu Sabang, Miangas, Nunukan, Merauke, dan Rote.

Menurut Sholahuddin, pataka Bendera Merah Putih dari tiga zona dibawa melintasi Jateng. Untuk zona Sabang sudah sampai di Tegal, zona Merauke sudah sampai di Temanggung, dan zona Rote berada di Kota Semarang.

Dia menjelaskan, dari tiga zona dan tim Kirab Satu Negeri beserta masing-masing 17 pataka yang dibawa, akan berkumpul menjadi satu di Magelang, Jateng.

Selanjutnya akan dikirab menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai titik temu seluruh zona dan puncak Kirab Satu Negeri 2018. Puncak Kirab Satu Negeri digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman, DIY, pada 26 Oktober mendatang dan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Melalui Kirab Satu Negeri ini, lanjut Sholahuddin, diharapkan semangat nasionalisme seluruh masyarakat di Indonesia semakin kokoh agar tidak mudah dipecah belah dengan hal-hal yang remeh temeh.

"Kami ingin menyampaikan bahwa kami ini adalah satu negeri, satu bendera merah putih. Maka, mari kita jaga Indonesia bersama-sama,” kata Gus Sholah, sapaan akrabnya.

(Baca Juga: Kirab Satu Negeri Gelar Apel dan Doa untuk Bangsa dan Pahlawan)

Senada diutarakan Harianto Halim, tokoh Tionghoa. Sudah semestinya setiap warga Indonesia mencintai negeri.

"Kita ini sudah makan dan minum dari perut bumi Indonesia. Jadi, kita ini sama, jadi mari bersatu mencintai Indonesia dengan Pancasila sebagai jargon utama kita," ujar Harianto berapi-api.

Romo Pandita Dhammatejo Wahyudi

dari perwakilan agama Buddha menitipkan pesan bahwa dengan adanya Kirab Satu Negeri mempertegas persatuan tanpa sekat. "Kita merasa bersatu tanpa ada batasan-batasan perbedaan di antara kita. Ini esensinya," ujarnya.

Sedangkan menurut Timur Suprabana, Kirab Satu Negeri mengandung makna yang dalam. “Dengan adanya acara ini kita merasa sejuk, dan haru semua perbedaan menjadi satu,” cetus penyair berambut panjang ini.

Sosiawan Leak, sastrawan, pelaksanaan Kirab Satu Negeri yang digelar memberi pesan kuat bahwa kegiatan ini sebagai seruan agar warga bangsa berkomitmen menjaga persatuan agar tercipta Indonesia yang damai.

Sepertihalnya yang disampaikan Kiai Budi Harjono bahwa Islam masuk Indonesia tidak melalui cara kekerasan. Tapi melalui akulturasi budaya.

“Islam masuk Indonesia tidak melalui cara ekspansi, tapi lewat kultural. Sebab kalau agama kasar, maka orang akan lari. Jadi tidak seharusnya agama apa pun mengajarkan kekerasan. Kirab Satu Negeri mengajak kita untuk mencintai sesama,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini