Share

17.000 Santri Semarang Jadi Perekat Bangsa

Taufik Budi, Sindo TV · Minggu 21 Oktober 2018 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 21 512 1966993 17-000-santri-semarang-jadi-perekat-bangsa-Ca2N0l2188.jpg Hari Santri di Semarang. Foto: Okezone/Taufik Budi

SEMARANG – Belasan ribu santri di Kota Semarang menjadi modal besar untuk merekatkan perdamaian bangsa. Untuk itu, santri diharapkan bersikap kolaboratif bersama elemen masyarakat lainnya sehingga akan memperbesar kekuatan dalam melakukan pergerakan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menegaskan siap bergerak bersama para santri untuk bersatu membangun bangsa, terlebih dalam menjaga kondusivitas, dan perdamaian di Indonesia. Terlebih Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, antara lain seperti maraknya hoax yang memecah-belah bangsa, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme.

“Peringatan Hari Santri ini menjadi momen yang tepat untuk mempertegas peran santri sebagai elemen sentral penjaga perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan cinta Tanah Air saya yakin para santri dapat menyuarakan kedamaian, yang kemudian dapat menekan potensi konflik di tengah keberagaman masyarakat,” jelasnya saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Balai Kota Semarang, Minggu (21/10/2018).

Di Kota Semarang terdapat tak kurang dari 185 pesantren dengan 17.215 santri dan 1.879 kiai serta ustaz. Dengan jumlah yang terbilang besar, selama ini santri di Kota Semarang telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membangun Kota Semarang melalui berbagai kegiatan. Di antaranya pengabdian masyarakat, amal bakti santri yang dilakukan PP Durratu Aswaja di Kalisegara dan Ngijo Gunungpati, seta pelatihan life skill santri.

Pria yang akrab disapa Hendi itu mengaku senang dengan banyaknya pesantren di Kota Semarang. Pasalnya melalui pendidikan pondok pesantren, para pemuda tidak hanya mendapatkan pendalaman pengetahuan saja tetapi juga meningkatkan sisi agamais dan pendekatan hubungan dengan Allah SWT.

“Jadi saya yakin lulusan pondok pesantren akan menjadi generasi yang mumpuni pasalnya baik jiwa, raga, maupun keilmuannya sudah dipersiapkan dengan baik tinggal bagaimana kita dapat mengamalkan dan mendarmabaktikan dalam kehidupan untuk negara kita,” ujarnya.

Dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 itu juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang, Ketua Syuriyah PCNU Kota Semarang, Ketua Laziz PCNU Kota Semarang, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, Dewan Mustasyar PCNU Kota Semarang, serta para kiai dari seluruh Kota Semarang. Rangkaian kegiatan itu juga dilanjutkan dengan Kirab Santri dari Balai Kota Semarang menuju makam KH Soleh Darat di TPU Bergota Semarang. KH Soleh Darat dikenal sebagai mahaguru santri Nusantara.

TAUFIK BUDI

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini