nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Muda Terkaya di Afrika Bebas dari Penculik Bersenjata

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 22 18 1967183 pria-muda-terkaya-di-afrika-bebas-dari-penculik-bersenjata-d9jrR4Af9J.jpg Mohammed Dewji. (Foto: AFP).

PENGUSAHA kaya raya asal Tanzania, Mohammed Dewji, akhirnya menghirup udara bebas setelah 10 hari diculik kelompok bersenjata di kota Dar es Salaam.

Belum dapat dipastikan apakah pihak Dewji membayar sejumlah tebusan untuk para penculik. Merujuk data Forbes, pria berusia 43 tahun itu memiliki kekayaan sebesar USD1,5 miliar atau sekitar Rp22 triliun.

Harta itu membuatnya sebagai miliarder termuda asal Afrika.

BACA JUGA: Miliarder Termuda Afrika Diculik di Tanzania

"Saya sudah pulang dengan selamat," ujar Dewji alias Mo, dalam akun Twitter perusahaannya, METL Group.

Dewji diculik kelompok bersenjata pada 11 Oktober lalu. Ia datang ke hotel itu untuk berolahraga.

Sejak saat itu, pihak keluarga telah menawarkan uang sebesar USD440 ribu atau Rp6,6 miliar kepada siapapun yang dalam memberi informasi tentang keberadaan Dewji.

Menteri Lingkungan Hidup Tanzania, yang juga kawan karib Dewji, January Makamba, mengaku telah berbincang dengan miliarder itu.

Makamba berkata, para penculik meninggalkan Dewji di sebuah tanah lapang dekat klub Gymkhana di Dar es Dalam.

Dewji dilaporkan fit, namun tangan dan kakinya memar akibat borgol.

Selama 2005 hingga 2015, Dewji menjabat sebagai anggota parlemen dari partai penguasa Tanzania, Chama Cha Mapinduzi.

Dengan profilnya yang dikenal hampir sebagian besar warga Tanzania, Dewji tak pernah menyewa tenaga keamanan khusus. Ia kerap berpergian sendiri, saat berolahraga atau sekedar santap siang di luar rumah.

BACA JUGA: Kisah Miliarder Muda Afrika, Mohammed Dewji yang Diculik di Tanzania

Dewji disebut mengubah bisnis keluarganya, dari usaha grosir dan eceran menjadi konglomerasi besar di Benua Afrika.

Perusahaan Dewji, MeTl, bergerak di bidang manfaktur tekstil, pengolahan gandum, minuman, dan minyak sayur, setidaknya di enam negara Afrika.

Pada 2016, hartawan ini berjanji akan mendonasikan setidaknya setengah kekayaannya untuk bantuan kemanusiaan dan filantropi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini