nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tawarkan Auto Switch, Petugas Lapangan Tembak Diperiksa Soal Peluru Nyasar

Badriyanto, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 22 337 1967282 tawarkan-auto-switch-petugas-lapangan-tembak-diperiksa-soal-peluru-nyasar-Qn6xGere0a.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo (foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik telah memeriksa petugas Lapangan Tembak berinisial HS, orang yang menawarkan alat auto switch kepada dua orang tersangka Imam (IAW) dan Reki (RMY) saat latihan, sehingga membuat peluru itu nyasar ke beberapa ruang kerja milik anggota DPR di Senayan, Jakarta Pusat.

"Sudah diperiksa," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Berdasarkan peraturan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), penggunaan auto switch itu dilarang keras karena bisa merubah senjata dari semi otomatis menjadi full otomatis dan bisa mengeluarkan lebih dari satu peluru dalam satu detik juga memiliki hentakan yang kuat.

Kedua tersangka menjajal senjata api yang ditawarkan HS yakni jenis Glock 17 yang sudah dimodifikasi dengan ditambah alat auto switch di lapangan reaksi. Pasalnya, senjata itu ditemukan begitu saja oleh HS kemudian ditawarkan kepada pelaku untuk dijajalnya.

 (Baca juga: Polisi Akan Periksa Anggota Perbakin Terkait Peluru Nyasar ke Gedung DPR)

(Baca juga: Bamsoet Yakin Tak Ada Unsur Kesengajaan di Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR)

peluru

"Jadi swich auto itu ditemukan di Lapangan Tembak dan sudah diumumkan siapa yang kehilangan, sampai sekarang belum ada yang mengaku siapa, tapi dia kemudian terus diberikan kepada yang kemarin," jelas Argo.

Sebelumnya diberitakan, penembakan terjadi pada Senin 15 Oktober kemarin sekira pukul 14.45 WIB. Peluru mennembus ruang kerja Wenny Waraouw, serta jendela ruangan milik Anggota DPR dari Fraksi Golkar fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.

Dua hari kemudian, pada Rabu 17 Oktober kemarin ditemukan lagi tiga peluru, masing-masing di ruang kerja anggota 10 Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan Didik Mukriyanto lantai 9, serta anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20.

 peluru

Pelaku pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing seorang PNS di Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY. Polisi menyimpulkan peluru di gedung DPR RI itu peluru nyasar yang berasal dari pistol pelaku saat latihan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat.

Polisi telah menyimpulkan bahwa peluru yang ditemukan di beberapa ruang kerja anggota parlemen itu milik dua tersangka yang nyasar saat latihan di Lapangan Tembak, yang lokasinya kebetulan tidak jauh dari gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta Pusat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini