nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uji Jarak Tembak, Polisi Akan Jajal Senjata yang Digunakan Penembak Gedung DPR

Badriyanto, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 17:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 22 337 1967397 uji-jarak-tembak-polisi-akan-jajal-senjata-yang-digunakan-penembak-gedung-dpr-Y5SCYHXfDz.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi berencana menjajal senjata api yang digunakan dua tersangka kasus peluru nyasar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Uji coba tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengetahui jarak jangakauan senjata jenis Glock 17 yang telah dimodifikasi menggunakan auto switch tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, uji coba akan dilakukan pada Selasa 23 Oktober besok di Lapangan Tembak Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Berat.

"Rencananya besok kita akan ke Kelapa Dua, kita melakukan penembakan dengan jarak 300 meter atau lebih, nanti tergantung dari penyidik," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Dua tersangka penembakan Gedung DPR 

Polisi juga telah melakukan uji balistik terhadap lima peluru yang ditemukan di beberapa ruang kerja anggota DPR RI itu. Penyidik juga telah mengukur jarak antara Lapangan Tembak dengan Gedung DPR/MPR Senayan yang menjadi sasaran peluru.

(Baca Juga: Polisi: Ada 6 Lubang Bekas Peluru di Gedung DPR)

Berdasarkan uji balistik itu peluru yang ditemukan di ruang kerja DPR RI dapat disimpulkan identik dengan dengan peluru dan senjata yang digunakan tersangka Imam (IAW) dan Reki (RMY). Hasil itu nanti akan dicocokkan lagi dengan hasil uji coba di Lapangan Tembak Mako Brimob.

"Jadi, ingin melihat dari senjata Pistol Glock 17 itu, jadi jaraknya seperi apa dan akan kita uji coba," pungkas mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

Sebelumnya diberitakan, penembakan terjadi pada Senin 15 Oktober sekira pukul 14.45 WIB. Peluru menembus ruang kerja Wenny Waraouw, serta jendela ruangan milik Anggota DPR dari Fraksi Golkar fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.

Dua hari kemudian, pada Rabu 17 Oktober ditemukan lagi tiga peluru, masing-masing di ruang kerja anggota 10 Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan Didik Mukriyanto lantai 9, serta anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20.

Pelaku pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing seorang PNS di Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY. Polisi menyimpulkan peluru di Gedung DPR RI itu peluru nyasar yang berasal dari pistol pelaku saat latihan di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat.

Polisi telah menyimpulkan bahwa peluru yang ditemukan di beberapa ruang kerja anggota parlemen itu milik dua tersangka yang nyasar saat latihan di Lapangan Tembak, yang lokasinya kebetulan tidak jauh dari Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta Pusat.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini