nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Uji Balistik, Semua Peluru Nyasar di DPR Identik dengan Senjata Tersangka

Badriyanto, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 19:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 22 337 1967491 hasil-uji-balistik-semua-peluru-nyasar-di-dpr-identik-dengan-senjata-tersangka-VJU536rXLV.jpg Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Kombes Ulung Kanjaya, menerangkan hasil uji balistik terhadap peluru yang ditemukan di ruang kerja DPR. (Foto : Badriyanto/Okezone)

JAKARTA – Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Kombes Ulung Kanjaya, memastikan semua peluru yang ditemukan di sejumlah ruang kerja anggota DPR RI berasal dari senjata yang sama yakni jenis Glock 17.

Hal itu diketahui setelah dilakukan uji balistik terhadap semua peluru yang ditemukan di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta Pusat. Hasilnya, sama persis dengan peluru yang berada di Glock 17, yang digunakan tersangka Imam (IAW) dan Reki (RMY) saat latihan di Lapangan Tembak.

"Nah, antara barang bukti itu kita perbandingkan kemudian seperti ini (replika peluru) namanya comparizon microscope. Ini diperbandingkan identik," ungkap Ulung di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Kombes Ulung Kanjaya menerangkan hasil uji balistik terhadap peluru yang ditemukan di ruang kerja DPR (Badriyanto)

Uji balistik dilakukan dengan cara menembakkan senjata Glock 17 yang telah dimodifikasi dengan alat auto swicth dan digunakan pelaku. Peluru yang keluar itu ternyata terdapat garis-garis sama persis dengan peluru yang ditemukan di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta Pusat.

"Akan saya jelaskan, peluru yang keluar dari laras, ini akan membentuk garis-garis seperti ini (menunjukkan gambar), ini ada dataran, ini ada galangan, setiap senjata akan membentuk. Setiap anak peluru keluar dari laras akan membentuk garis-garis yang sama," terangnya.

Uji balistik juga dilakukan dengan cara mengukur jarak tempuh senjata jenis Glock 17 yang biasanya jarak efektif peluru kaliber 9x19 mm mencapai 30 meter, sedangkan jarak tempuh sudut 45 mencapai 2.300 meter. Data itu kemudian dihitung menggunakan pitagoras untuk mencocokkan jarak Gedung DPR dengan posisi tersangka.

Peluru nyasar tembus Gedung DPR. (Ist)

Posisi Lapangan Tembak dengan gedung DPR RI 297 meter kemudian ditambah jarak lapangan dan dinding lapangan dan ketinggian lantai 10 sehingga menjadi 321 meter.

"Setelah dihitung dengan menggunakan dalil pitagoras, yang miring ini C kuadrat = A kuadrat + B kuadrat. Hasilnya ini diakarkan. Nanti dapat sudut kemiringan," imbuhnya.

(Baca Juga : Tawarkan Auto Switch, Petugas Lapangan Tembak Diperiksa Soal Peluru Nyasar)

Selain menggunakan metode itu, pada Selasa, 22 Oktober, polisi berencana menjajal langsung jarak tempuh Glock 17 itu ke Lapangan Tembak, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Itu akan kita buktikan besok akan dilakukan uji balistik penembakan di Kelapa Dua, menggunakan kaca dengan jarak 300, apakah itu tembus atau enggak. Pasti tembus," pungkasnya.

(Baca Juga : Uji Jarak Tembak, Polisi Akan Jajal Senjata yang Digunakan Penembak Gedung DPR)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini