nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Baru, Baca dan Tulis Alquran Jadi Syarat Lulus SD di Blora

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 02:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 22 512 1967036 aturan-baru-baca-dan-tulis-alquran-jadi-syarat-lulus-sd-di-blora-8fXGmKPCEV.jpg (Foto: Taufik Budi/Okezone)

BLORA – Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Blora menyepakati peserta didik di tingkat SD dan SMP negeri harus bisa baca dan tulis Alquran sebelum lulus. Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan perbaikan penyelenggaraan pendidikan keagamaan di Blora.

”Diknas dan Kemenag sudah bekerjasama dengan harapan setelah lulus semua bisa baca tulis Alquran,” kata Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, saat memberi sambutan pada Wisuda Massal Ribuan Santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) se-Kabupaten Blora, di GOR Mustika, Minggu 21 Oktober 2018.

Dia menambahkan, saat ini Pemkab Blora bersama DPRD telah melakukan finalisasi rancangan Perda Keagaman. Selain untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan juga sekaligus memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik di madarasah diniyah dan TPQ.

Foto: Taufik B/Okezone

“Secara bertahap, semoga pedidikan keagaman di Blora bisa maju, insentif guru madin dan TPQ semoga bisa naik dan Pemkab juga akan selalu mendukung pendidikan di bidang keagamaan,” imbuhnya.

(Baca juga: Peringati Hari Santri, Jokowi: Kita Butuh SDM Berakhlakul Karimah & Punya Skill Baik)

Arief juga menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya 'Wisuda Santri' secara massal ini. Menurutnya keberadaan santri yang memiliki bekal ilmu agama dan umum tak hanya ikut menjaga NKRI, tetapi juga diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan.

“Atas nama Pemkab Blora saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara yang luar biasa ini. Kami juga mengapresiasi ide ini yang dirangkaikan dengan Hari Santri pada 22 Oktober di setiap tahunnya. Dari kalangan santri, semoga bisa menjadi pemimpin bangsa dan semoga ke depan inovasi-inovasi dalam pendidikan agama bisa ditingkatkan untuk generasi bangsa yang berakhlak dan beriman,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi TPQ Kabupaten Blora, M Toha Mustofa, mengatakan, wisuda kali ini diikuti oleh 2.020 santri dari 525 TPQ. Prosesi wisuda missal itu, sekaligus untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Wisuda ini merupakan kali kedua, sejak lima tahun sebelumnya dilakukan kegiatan yang sama.

“Hanya saja kali ini momentumnya berdekatan dengan peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Jadi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Blora,” jelas Toha.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini