Ganjar: Resolusi Jihad Santri Masa Kini Adalah Melawan Hoaks

Taufik Budi, Sindo TV · Senin 22 Oktober 2018 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 512 1967457 ganjar-resolusi-jihad-santri-masa-kini-adalah-melawan-hoaks-t5hCcwMTar.jpeg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto : Taufik Budi)

SEMARANG – Ribuan santri dari seluruh wilayah Jawa Tengah mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Lapangan Pancasila Simpanglima Kota Semarang, Senin (22/10/2018). Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Mengenakan sarung dan peci, Ganjar didampingi sejumlah pejabat penting lainnya seperti Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, Sekda Jateng Sri Puryono, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, serta jajaran Forkompinda Provinsi Jateng dan Kota Semarang. Pelaksanaan upacara begitu khidmat, meski mentari menyengat Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, Ganjar membacakan amanat upacara dari Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim. Amanat tersebut pada intinya mengajak para santri untuk memperkokoh agama dan negara dengan cara memberikan berkontribusi agar negara menjadi bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, dan berkeadilan.

Tak hanya membacakan amanat Menteri Agama, Ganjar juga menyisipkan pesan-pesan moral pribadinya kepada para santri. Ia menekankan, Hari Santri Nasional muncul dengan semangat resolusi jihad yang disampaikan KH Hasyim As'ari untuk melawan penjajah.

"Kalau dahulu resolusi jihadnya untuk melawan penjajah, maka sekarang resolusi jihad para santri harus kekinian. Apa itu, jihad melawan terorisme, radikalisme, melawan kebodohan, melawan hoaks, ujaran kebencian, narkotika, pornografi dan lain sebagainya," kata Ganjar.

Ganjar Pranowo (Taufik Budi)

Para santri lanjut dia harus bisa berjihad untuk melawan musuh-musuh tersebut dengan sekuat tenaga. Sesuai dengan tema peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 yakni Bersama Santri Damailah Negeri, maka saat inilah menjadi momentum santri sebagai pionir perdamaian.

"Bagaimana caranya? sing waras ojo ngalah (yang bijaksana jangan mengalah), harus hadir dan melawan hoaks, ujaran kebencian, melawan pihak-pihak yang merongrong negeri ini. Mari kita lawan sebagai bentuk jihad melawan musuh-musuh saat ini," tegasnya.

Ganjar melanjutkan, peran santri sangat besar andilnya dalam upaya merebut, mempertahankan dan membangun Indonesia. Maka, ia meminta dalam moment hari santri saat ini, para santri melanjutkan semangat para ulama dan kyai terdahulu untuk membangun peradaban menjadi lebih baik.

"Santri harus terlibat dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. Apalagi tadi sudah dibacakan ikrarnya, saya sampai merinding mendengar ikrar para santri yang siap jiwa dan raga mempertahankan NKRI dari pihak-pihak yang akan merongrong negeri ini serta siap membangun negeri ini menjadi lebih baik," pungkasnya.

Selain menggelar upacara, dalam peringatan HSN 2018 tersebut juga diberikan sejumlah hadiah bagi pemenang aneka perlombaan yang digelar dalam rangka HSN 2018. Selain hadiah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun memberikan bantuan pembangunan lembaga-lembaga keagamaan yang ada di Jawa Tengah.

Usai upacara, seperti biasa Ganjar langsung diserbu para santri. Mereka berdesakan untuk sekadar bersalaman hingga minta berfoto dengan sang Gubernur. Penampilan Ganjar yang tidak biasa membuat para santri kagum. Menurut mereka, Gubernur Ganjar Pranowo tampak gagah, berwibawa dan berkharisma mengenakan pakaian ala santri.

(Baca Juga : Harapan Kapolda Jatim di Hari Santri Nasional 2018)

"Ganteng sekali, sangat berkharisma. Saya baru lihat pak Ganjar berpakaian seperti santri, biasanya kan pakaiannya dinas ataupun pakaian resmi seperti batik," kata Maulida Siti Muntasiroh,21, salah satu santri asal Grobogan.

(Baca Juga : Wiranto Sampaikan Pesan Jokowi ke Santri: Jaga Resolusi Jihad!)

Maulida sendiri mengaku sangat ngefans dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Namun, ia tidak sempat foto karena harus berebut dengan santri-santri lainnya. "Sebenarnya pengen foto, tapi tidak bisa karena santri berdesakan, akhirnya cuma bisa melihat dari jauh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini