Share

Apel Sarungan Ala Pemkot Malang, Peringati Hari Santri Nasional

Avirista Midaada, Okezone · Senin 22 Oktober 2018 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 519 1967111 apel-sarungan-ala-pemkot-malang-peringati-hari-santri-nasional-hcIcgUWDAA.jpg Pemkot Malang Sarungan (foto: Avirista/Okezone)

KOTA MALANG - Tak seperti biasa, pagi ini ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang menggelar apel hari Senin dengan pakaian serba putih dan bersarung bagi laki-laki.

Sementara bagi kaum perempuan peserta apel mengenakan setelan atas putih - putih dan mengenakan rok pada bawahannya.

Ya, apel Senin pagi (22/10/2018) menjadi bagian dari peringatan Hari Santri nasional sehingga para ASN dan pegawai Pemkot mengenakan pakaian yang berbeda.

Bahkan sang Wali Kota Malang Sutiaji pun juga tampak mengenakan setelan kemeja putih dengan sarung bercorak batik warna coklat lengkap dengan peci hitamnya.

malang

 (Baca juga: Peringati Hari Santri, Jokowi: Kita Butuh SDM Berakhlakul Karimah & Punya Skill Baik)

Hal serupa juga diikuti puluhan tamu undangan mulai dari jajaran Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), tokoh ulama, BUMD, santri, dan perwakilan murid sekolah yang berada di sekitar Balai Kota Malang.

Dalam apel pun dibacakan resolusi santri dan ikrar santri diikuti dengan semangat oleh ratusan undangan termasuk Wali Kota dan jajaran OPD dan ASN Pemkot Malang.

 (Baca juga: Peringati Hari Santri, Jokowi Minta Ukhuwah Islamiyah Terus Dijaga)

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, momentum hari santri bukan hanya seremonial biasa, tapi bagaimana para pendiri bangsa telah menitipkan pesan untuk terus menjaga di tatanan kehidupan bernegara.

"Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Jiwa patriotisme santri tak bisa diragukan. Kita siap memberikan tumpah darah Indonesia," ujar Sutiaji.

malang

Dirinya pun mengingatkan tantangan musuh yang akan dihadapi para santri di era mendatang. Mengingat menurut Sutiaji, musuh saat ini berbeda dengan musuh ketika era sebelum kemerdekaan tahun 1945.

"Hari ini imprealisme yang ada kadang tidur, duduk, dan makan bersama kita. Musuh - musuh kita adalah budaya," pungkasnya.

malang

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini