Share

Harapan Kapolda Jatim di Hari Santri Nasional 2018

Syaiful Islam, Okezone · Senin 22 Oktober 2018 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 519 1967201 harapan-kapolda-jatim-di-hari-santri-nasional-2018-nbbmgFMyL7.jpg Perayaan Hari Santri Nasional 2018 di Polda Jatim (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan tema hari santri saat ini sangat cocok dengan tahun politik. Di mana bersama santri damailah negeriku. Sehingga kondisi Jawa Timur yang sudah kondusif tetap terjaga.

"Ikut merayakan bersama anggota di hari santri. Saya intruksikan seluruh polres yang apel agar memberikan arahan pada momen yang sangat baik. Polri dekat dengan para ulama dan santri," terang Luki saat ditemui usai memimpin apel dengan diikuti para Pejabat Utama dan Personil Polri serta ASN Polda Jawa Timur, Senin (22/10/2018).

(Baca Juga: Peringati Hari Santri, Jokowi: Kita Butuh SDM Berakhlakul Karimah & Punya Skill Baik) 

Menurut Luki, berdasarkan laporan polres jajaran kegiatan yang dilakukan kapolres yakni ada lomba hafid dan lomba mengaji diikuti para santri. Dirinya merasakan hari santri ini memunculkan semangat pada para anggota.

Peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Polda Jatim (foto: Syaiful Islam/Okezone)	Perayaan Hari Santri Nasional 2018 di Polda Jatim (foto: Syaiful Islam/Okezone) 

"Semangat seluruh anggota semoga energi ini dapat tenaga menghadapi kegiatan kedepan di tahun politik. Dengan tema bersama santri damailah negeri ini sangat cocok di tahun politik," paparnya.

Ia menambahkan, diharapkan ke depan Polri bersama santri dapat bersinergi untuk memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta terhadap tanah air, memperkokoh intergrasi bangsa serta mempererat tali persaudaraan, keberagaman baik suku, agama maupun budaya.

(Baca Juga: Pesan Kebangsaan Kiai Ma'ruf Amin di Hari Santri Nasional 2018) 

Apel kali ini cukup berbeda dibandingkan biasanya. Dimana Kapolda Jatim memimpin apel dengan didampingi oleh para Kyai diantaranya Prof. Dr. Muzakki Perwakilan dari PWNU Provinsi Jatim dan Kyai Bianto Perwakilan dari Muhammadiyah Jatim.

Selain itu, seluruh peserta apel memakai peci hitam. Adapun pemakaian peci dalam apel dalam rangka memperingati Hari Santri yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 22 Oktober.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini