Derita Supinah, Dua Tahun Menahan Sakit Perutnya Terserang Tumor Ganas

Avirista Midaada, Okezone · Senin 22 Oktober 2018 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 519 1967499 derita-supinah-dua-tahun-menahan-sakit-perutnya-terserang-tumor-ganas-QSZun65LkU.jpg Supinah, penderita tumor ganas di perut (Foto: Avirista/Okezone)

MALANG - Supinah perempuan 40 tahun asal Dusun Balong RT 48 Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur ini hanya bisa terbaring lemas sehari - hari di rumahnya. Bahkan, untuk sekadar berjalan dan mengangkat badannya saja, ia tampak kesulitan.

Perutnya membesar lantaran terserang tumor ganas, sedangkan tubuhnya kurus. Supinah tinggal di rumah bersama sang suami Abdul Rohmad, seorang anak angkat perempuan, dan ibu kandungnya Sariyem.

Sang ibu kandungnya, Sariyem menceritakan kondisi sang anaknya yang tengah terserang tumor ganas di perutnya. Dengan menggunakan bahasa jawa krama inggil, perempuan dengan tujuh orang anak ini menyatakan anaknya sudah lama mengidam tumor tersebut.

(Baca Juga: Si Kecil Rafa Idap Tumor di Gusi, Pengobatannya Terhalang Biaya)

Namun awalnya, ia bukan menderita penyakit tumor melainkan hernia. Pasca-menjalani operasi hernia, ternyata Supinah juga tumbuh tumor ganas yang mulai membesar di perutnya sejak dua tahun lalu.

"Nate operasi hernia tigang tahun riyen. Memang riyen gadah hernia, kengeng tumor nembe kaleh tahun niki (Pernah operasi hernia tiga tahun lalu. Terkena tumor baru dua tahun ini)," ujar Sariyem, di rumahnya, Senin (22/10/2018).

Supinah 

Saking besarnya benjolan tumor tersebut hingga mencapai berat 45 kg. Bisa dibayangkan dengan berat penyakitnya saja ditambah berat badannya tentu membuat Supinah tak berdaya. "Beratnya sampai 45 kg. Sebelumnya tidak mau dibawa ke rumah sakit," jelas Sariyem.

Sang adik kandung Supinah, Sumiyati membeberkan, adiknya sudah 15 hari tak bisa berjalan dan hanya berbaring di kamar tidur. "15 hari tidak bisa jalan," jelas Sumiyati menemani sang ibunya.

Sepupu Supinah, bernama Sumardi pun menambahkan, sepupunya tersebut memang enggan berobat secara medis dan memilih berobat di alternatif dalam dua tahun ini.

"Tidak mau diobati medis, dulu memang pernah operasi tapi bukan yang tumor. Karena kalau tumor kan harus kemo jadi mungkin dia takut. Lebih memilih pengobatan alternatif," beber Sumardi yang ditemui media di masjid samping rumah Supinah.

Orangtua Supinah

Supinah sendiri akhirnya mau dibawa ke rumah sakit Wafa Husada, Kepanjen, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Kota Malang.

"Semalam (Minggu malam, 21 Oktober 2018) habis Magrib dibawa oleh orang - orang komunitas dari Kepanjen ke rumah sakit dengan mobil biasa bukan ambulans. Saya bersyukur akhirnya mau dibawa ke rumah sakit. Katanya yang penting sehat," cerita ibu kandung Supinah, Sariyem kembali.

Sariyem juga bercerita, anaknya tak di bawa ke rumah sakit lantaran tak memiliki biaya dan asuransi BPJS kesehatan yang dipunyainya masih menunggak, karena belum membayar iuran bulanan.

Penghasilan yang tak tentu menjadi penyebabnya, sang suami yang bekerja serabutan acap kali mendapat penghasilan pas - pasan.

Sementara Supinah sendiri tak bisa bekerja lantaran menderita tumor itu. "Dua tahun BPJS tidak dibayar. Tidak bisa bayar, lha tidak punya uang. Tidak dapat kartu itu juga (Kartu Indonesia Sehat, KIS)" jelasnya.

Pihak pemerintah pun belum turun tangan selama dua tahun ini, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten, pun tak ada. "Selama dua tahun itu juga tidak ada yang menjenguk dari desa dan kecamatan," terang Sariyem dengan mata berkaca - kaca.

Supinah sendiri sebelum menikah dengan suaminya Abdul Rohmad, pernah merantau ke luar negeri menjadi tenaga kerja wanita (TKW). Dari sanalah, ia mampu membangun rumah di kampung halamannya.

Namun, kini cerita itu sudah berlalu, Sariyem sendiri hanya berharap anak segera diberikan kesembuhan sebagaimana sebelumnya. "Tadi katanya sudah disedot cairan di tumornya. Ada 4 liter cairan gitu katanya," cerita Sumiyati, adik Supinah.

Saat ini, suaminya dan suami Supinah bersama orang - orang dari salah satu komunitas di Kepanjen yang mengetahui gambar Supinah dari media sosial tengah menunggui Supinah yang dirawat di RSUD Syaiful Anwar, Kota Malang.

"Ya semoga cepat sembuh anak saya," harapnya menutup perbincangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini