nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terdakwa Candaan Bom Divonis 5 Bulan 10 Hari Penjara Berdasarkan Pemberitaan

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 25 Oktober 2018 02:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 24 340 1968594 terdakwa-candaan-bom-divonis-5-bulan-10-hari-penjara-berdasarkan-pemberitaan-JMtltSBr2E.JPG Terdakwa kasus candaan bom, Frantinus Nirigi. (Foto : Ade Putra/Okezone)

MEMPAWAH – Perjalanan Frantinus Nirigi mencari keadilan cukup panjang. Sudah 17 kali persidangan yang dijalani terdakwa candaan bom (joke bomb) dalam pesawat Lion Air JT 687 itu di Pengadilan Negeri (PN) Mempawah, Kalimantan Barat. Pada Rabu (24/10/2018) kemarin, merupakan sidang terkahir yang dilewati dengan agenda pembacaan putusan.

Setelah melewati berbagai pertimbangan, Majelis Hakim PN Mempawah akhirnya menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 5 bulan 10 hari kepada Fran. Putusan itu dibacakan hakim ketua, I Komang Dediek Prayoga yang didampingi hakim anggota Erli Yansah dan Arlyan di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mempawah, Fran dan tim kuasa hukumnya serta puluhan kerabat Fran.

Dalam amar putusan yang dibacakan, Fran terbukti melanggar Pasal 437 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yakni menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan. Sementara pada pasal primer yang dituduhkan, yakni Pasal 437 Ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, tidak terbukti.

Terdakwa kasus candaan bom Frantinus Nirigi (Foto : Ade Putra/Okezone)

Selain itu, yang memberatkan Fran adalah pengakuannya yang dimuat di salah satu media cetak Pontianak. Dalam media tersebut, berita yang dimuat berjudul ‘Akui Sebut Bom’. Lampiran pemberitaan ini diajukan JPU menjadi salah satu barang bukti. Berdasarkan semua pertimbangan inilah, Majelis Hakim PN Mempawah menyimpulkan Fran terbukti menyebut ada bom.

Dan, pengakuan tersebut menjadi acuan majelis hakim untuk menghukum Fran. Serta menganggap perbuatan Fran pada 28 Mei lalu telah meresahkan, membuat dan merugikan pihak maskapai. Hal lain yang juga memberatkan Fran adalah dia tidak mengakui perbuatannya telah mengucapkan ada bom.

“Terbukti secara sah menyampaikan informasi palsu. Tidak membebaskan terdakwa dari dakwaan. Menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan sepuluh hari. Dikurang dengan masa tahanan (yang telah dijalani terdakwa, red),” kata Dediek membacakan amar putusan.

Usai menjatuhkan putusan pidana terhadap alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Tanjungpura Pontianak itu, majelis hakim memberikan tempo tujuh hari kepada pihak terdakwa dan JPU untuk mengambil langkah hukum selanjutnya. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU yakni pidana penjara delapan bulan atau lebih ringan dua dua bulan dua puluh hari.

Setelah putusan dibacakan, Fran pun langsung meninggalkan ruang sidang dan berdiskusi dengan penasihat hukumnya. Fran mengaku kecewa dengan putusan ini. "Hasil sidang tidak memuaskan. Saya tidak menerima dan saya akan banding," ujar Fran seraya digiring ke mobil tahanan.

Pertimbangan yang memberatkannya soal pengakuan yang menyimpulkan dia menyebut ada bom di salah satu media cetak adalah pengakuan yang dipaksa oleh penasihat hukum sebelumnya. Yakni Marcelina Lim dan rekan. "Karena semua tidak sesuai dengan kenyataan. Saya dipersalahkan dengan data yang dibuat-buat itu," tambahnya.

Fran juga mengatakan bahwa video rekaman permintaan maaf yang tersebar dan pemberitaan yang dimuat di salah satu koran itu bukan dari dirinya. Dia juga mengaku hal itu dilakukan karena diiming-imingi akan bebas apabila mengaku dan meminta maaf melalui video tersebut.

"Itu tidak benar semua itu. Semua dibuat-buat. Saya disuruh baca, mereka (pengacara lama) yang tulis saya disuruh baca," ungkapnya. "Saya diiming-imingi, 'nanti kamu setelah ini pulang', tapi nyatanya sampai saat ini saya masih menjalani hukuman seperti ini dan saya akan banding," tambahnya.

(Baca Juga : Versi Keluarga Frantinus Nirigi, Candaan Bom Dibuat oleh Penumpang Lain)

Meski demikian, Fran berusaha untuk bersabar.

"Di dalam (penjara) saya banyak belajar dan merenung. Dari mereka (para tahanan) saya belajar tentang arti hidup yang sejujurnya. Masa-masa sulit sudah saya lewati semua, mulai dari mengapa, bagaimana, dan lainnya sudah saya lewati. Hingga akhirnya saya bisa pasrah kepada Tuhan. Saya yakin, Tuhan akan memberikan balasan yang setimpal untuk hukuman atas perbuatan yang tidak pernah saya lakukan. Saya percaya karma, dan karma akan menghampiri orang yang menzalimi saya," ucapnya.

(Baca Juga : Hasrat Nirigi Pulang Kampung Tertahan Imbas Joke Bomb di Pesawat Lion Air)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini