nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Capaian Gemilang Kementan di Era Kepemimpinan Jokowi-JK

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Kamis 25 Oktober 2018 02:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 25 1 1968621 ini-capaian-gemilang-kementan-di-era-kepemimpinan-jokowi-jk-cWV7ntDRNA.jpeg Sekjen Kementan Syukur Iwantoro (foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian dibawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, terus melakukan program-program pro rakyat yang diimplementasikan melalui beragam kebijakan dan tindakan konkret kepada petani.

Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro mengatakan, salah satu program Kementan yang dirasakan manfaatnya oleh para petani adalah merevisi regulasi Perpres Nomor 172 tahun 2014 tentang pengadaan benih dan pupuk dari lelang menjadi penunjukan langsung.

"Perpres inilah yang satu minggu Pak Menteri Pertanian langsung direvisi, yang dulu melalui lelang menjadi penunjukan langsung. Dampaknya para petani bisa menanam sesuai tepat waktu, melakukan pemupukan tepat waktu dan tepat jumlah," kata Syukur di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Selain itu kata Syukur, Kementerian Pertanian juga telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 Permentan/Kepmentan. Deregulasi ini merupakan kebijakan Menteri Pertanian yang sangat berpihak kepada petani.

"Hingga saat ini, Kementerian Pertanian telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 permentan atau Kepmentan," imbuhnya.

Upaya pemerintah lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani juga diwujudkan dengan program asuransi usaha tanaman padi dan asuransi ternak sapi.

"Program ini dilaksanakan untuk melindungi kerugian petani yang disebabkan gagal panen, akibat bencana alam pada tanaman padi dan kematian ternak pada sapi," bebernya. 

Dia melanjutkan, sektor pertanian berhasil menurunkan inflasi bahan makanan di mana pada tahun 2017 sebesar 1,26 persen jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bahan makanan tahun 2013 sebesar 11,35 persen.

Kementan juga telah menaikan ekspor pertanian pada tahun 2017 yang mencapai Rp 441 triliun, naik 24,47 persen dibandingkan pada 2016 sebesar Rp 385 triliun. Selain itu, neraca perdagangan pada 2017 juga mengalami surplus Rp 214 triliun, lebih tinggi dari 2016 yang hanya Rp 142 triliun.

"Kita mampu menghasilkan suatu kinerja yang sangat signifikan dari aspek produksi pangan ada inflasi yang menurun secara drastis. Harga pangan menjadi stabil dan kondusif bagi petani untuk berproduksi,"bebernya.

Sektor pertanian, kata Syukur juga mampu mengentaskan kemiskinan. Berdasarkan data yang diperoleh pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin di pedesaan turun menjadi 15,81 juta jiwa, dibandingkan pada Maret 2013 yang mencapai 17,74 juta jiwa.

Selain itu, Kementan juga mendapatkan sejumlah penghargaan. Salah satunya mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) selama dua tahun berturut-turut yaitu di 2016 dan 2017. Kementan juga mendapatkan penghargaan dari KPK sebagai kementerian anti gratifikasi di 2017.

"Perolehan WTP Kementan di tahun 2016 dan 2017 merupakan opini tertinggi dan pertama bahkan sejarah yang diraih Kementan," jelasnya.

Kementan kata Syukur akan terus meningkatkan produksi dan selalu berpihak terhadap kesejahteraan para petani di pedesaan. "Kita mempunyai teknologi mengembangkan lahan rawa, ramah lingkungan, lahan kering yang cukup besar sekitar 9 juta potensinya. Kita optimis di tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," tandasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini