Ratusan Pengungsi Afghanistan dan Bangladesh Demo di Kupang Minta Dipindahkan

Adi Rianghepat, Okezone · Jum'at 26 Oktober 2018 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 26 340 1969355 ratusan-pengungsi-afghanistan-dan-bangladesh-demo-di-kupang-minta-dipindahkan-MZHRH5ldcP.jpg Ratusan Pengungsi Asal Afganistan, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Ethiopia Lakukan Aksi Damai di Depan Kantor IOM Kupang (foto: Adi Rianghepat/Okezone)

KUPANG - Ratusan pengungsi asal Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka dan Ethiopia melakukan aksi demonstrasi menuntut dipindahkan ke daerah lain di Indonesia yang memiliki 'community house' agar bisa mendapatkan layanan fasilitas sebagai seorang pengungsi.

Ratusan pengungsi yang semuanya laki-laki itu berdemonstrasi di depan gadung kantor International Organization for Migration (IOM), sebuah organisasi internasional untuk migras di Kupang, Jumat (26/10/2018).

(Baca Juga: Tuntut Kepastian, Pengungsi Afghanistan: "Kami Manusia") 

Seorang pengungsi asal Afghanistan bernama Murtaza Naseri mengatakan sudah sejak 4 tahun berada di Kota Kupang. Dia mengatakan selama di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dia dan sejumlah pengungsi lainnya itu ditempatkan di sejumlah hotel kelas melati di daerah itu.

"Kami selama ini tinggal di tiga hotel melati dan kami tak punya banyak fasilitas sebagaimana layaknya," kata Murtaza.

Dia mengatakan bersama ratusan pengungsi lainnya menginginkan berada di sebuah rumah komunitas bagi pengungsi sebagaimana yang ada di beberapa daerah lain di Indonesia agar bisa mendapatkan sejumlab layanan fasilitas. Menurut dia ada sebagian keluarga pengungsi memiliki anak usia sekolah yang tak bisa menikmati pendidikan karena tidak ada fasilitas.

"Kalau di community house anak-anak bisa disekolahkan," sambungnya.

Hal senada disampaikan Bashir Rasikh yang mengaku sudah 4 tahun berada di Kota Kupang. Dia mengaku seharusnya IOM sudah memindahkan dia, keluarganya dan seluruh rekan-rekan pengungsi lainnya ke daerah yang memiliki rumah komunitas.

Ratusan Pengungsi Asal Afghanistan, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Ethiopia Lakukan Aksi Damai di Depan Gedung Kantor IOM Kupang (foto: Adi Rianghepat/Okezone)	Ratusan Pengungsi Asal Afghanistan, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan dan Ethiopia Lakukan Aksi Damai di Depan Gedung Kantor IOM Kupang (foto: Adi Rianghepat/Okezone) 

Dengan berada di lokasi (rumah komunitas) itu, dia meyakini para pengungsi akan mampu hidup sebagaimana mestinya layaknya manusia. "Kami sudah sering meminta dipindahkan namun selalu saja diabaikan oleh IOM. Hari ini kami datang dan IOM malah kabur," tutur Bashir.

Kepala Rumah Detensi Migrasi (Rudenim) Kupang Alberth Fenat terpisah mengaku, kalau dia dan pihak imigrasi hanya menyediakan administrasi jika akan dilalukan pemindahan. Sejauh ini, kata dia, pihak imigrasi sudah berupaya mencari sejumlah hotel melati di Kota Kupang untuk dijadikan sebaga tempat penampungan sementara.

"Yang bertugas untuk memindahkan para pengungsi adalah pihak IOM," ujar Alberth.

Dia menyebut sampai saat ini tersisa 292 pengungsi lima negara itu yang berada di Kota Kupang. Hal itu berkurang setelah sebelumnya sebanyak 27 orang yang diinapkan di rudenim dipindahkan ke Batam. "Dan yang tersisa saat ini masih menanti keputusan pihak IOM," sambungnya.

Dijelaskan Alberth, IOM Kupang tentu masih harus melakukan koordinasi dengan sejumlah perwakilan IOM di daerah lain di Indonesia. Bahkan UNHCR selaku badan resmi PBB yang mengurus pengungsi pun masih harus berkoordinasi dengan sejumlah negara yang mau menerima para pengungsi ini.

"Memang tak mudah dan tentunya setiap negara memiliki kebijakan masing-masing terhadap pengungsi ini," tegas dia.

(Baca Juga: Terkatung-katung Tanpa Rumah & Pekerjaan, Pencari Suaka Andalkan Sumbangan) 

Dia juga mengaku kalau sebagian dari pengungsi itu ada juga berstatus anak-anak. "Bahkan beberapa hari lalu baru ada yang melahirkan seorang bocah," urai Alberth.

Sementara pihak IOM tak dapat dikonfirmasi karena kantornya tertuup rapat dan pagarnya terkunci.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini