nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penembakan Sinagoge Pittsburgh: Donald Trump Serukan Hukuman Mati

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 28 Oktober 2018 23:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 28 18 1970123 penembakan-sinagoge-pittsburgh-donald-trump-serukan-hukuman-mati-EX7FLa5NZv.jpg Lokasi penembakan di dekat sinagoge Pittsburgh. (Foto: New York Times)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penembakan yang dilakukan di sebuah sinagoge di Pittsburgh dan menewaskan 11 orang menunjukkan bahwa AS perlu kembali menerapkan hukuman mati.

"Kalau ada orang yang melakukan (kejahatan) ini, mereka harus mendapat hukuman mati," kata Trump, "Siapa pun yang melakukan hal seperti ini terhadap orang-orang di kuil atau di gereja, mereka harus mendapat ganjaran yang pantas. Mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal."

Hukuman mati di AS merupakan masalah negara bagian masing-masing. Ada 20 negara bagian yang sudah menghapuskan hukuman mati, dan 30 negara bagian yang masih memberlakukannya, termasuk Pensylvania, negara bagian yang menjadi lokasi penembakan sinagoge ini.

Setidaknya 11 orang tewas dan 2 luka parah dalam serangan di sebuah sinagoge, rumah ibadah umat Yahudi di Pittsburgh, AS, oleh seorang pria kulit putih anti-Trump. Tersangka diidentifikasi sebagai Robert Bowers, berusia 46 tahun, yang digambarkan sebagai seorang pria kulit putih berjenggot.

Empat petugas polisi juga terluka dalam baku tembak dengan pelaku serangan di Tree of Life Congregation di Squirrel Hill itu. Tersangka pelaku terluka dan kini dirawat di rumah sakit.

Presiden Donald Trump menyebut peristiwa ini 'sebuah tindakan jahat pembunuhan massal'. Ia menyebut pelaku adalah seorang 'maniak.'

"Bahwa hal (penembakan massal) seperti ini terjadi lagi dan lagi, sejak bertahun-tahun, sungguh tak bisa diterima."

Namun, Trump menyangkal bahwa kejadian tersebut terkait longgarnya aturan tentang pemilikan senjata. Ia malah menyebut, "Andai saja ada penjaga bersenjata di dalam sinagoge, mereka akan bisa menghentikan (penyerang itu)."

Sebaliknya, pendahulunya Barack Obama menyentil soal longgarnya izin senjata. Ia mencuit: "Kita tidak boleh lagi membuat orang yang ingin melukai orang lain, mendapat kemudahan untuk mendapatkan senjata."

Sejauh ini pihak berwenang memperlakukan peristiwa itu sebagai kejahatan kebencian. Anti-Defamation League, sebuah organisasi Yahudi yang memerangi sikap anti-Semit mengatakan: "Kami meyakini ini merupakan serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi dalam sejarah Amerika Serikat."

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Getty Images)

Berikut adalah yang sudah kami ketahui sejauh ini tentang penembakan itu.

Peringatan: Berita ini mengandung bahasa yang blak-blakan dan kutipan anti Semit.

Apa yang Terjadi?

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 10:00 waktu setempat (21:00 WIB)

Dua petugas - di antara yang pertama datang - terluka dalam konfrontasi awal dengan penembak.

Dalam baku tembak lebih lanjut dengan pelaku di dalam gedung, dua anggota tim SWAT terluka.

Keempat petugas yang terluka dalam kondisi stabil, kata pihak berwenang.

Dua warga sipil juga terluka, salah satunya pria berusia 70 tahun yang menderita luka tembak dan berada dalam kondisi kritis. Seorang lain yang terluka adalah perempuan berusia 61 tahun

Pria bersenjata terduga pelaku ditahan setelah menyerah kepada pihak berwajib.

Lokasi kejadian itu keadaannya 'mengerikan', kata Direktur Keselamatan Publik Pittsburgh Wendell Hissrich kepada wartawan.

"Saya sudah pernah (terlibat menangani) beberapa kecelakaan pesawat terbang. Namun ini salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat, Sangat buruk," tambahnya.

Sinagoge Apa Itu?

Menurut situs webnya, sinagoga Tree of Life, Pohon Hayat, didirikan lebih dari 150 tahun yang lalu.

Sekitar lima tahun lalu, sinagoga itu disatukan dengan Kongregasi Or L'Simcha yang berada di dekatnya, untuk membentuk Kongregasi Tree of Life - Or L'Simcha.

Sinagoga ini berada di area Squirrel Hill di Pittsburgh, yang banyak dihuni komunitas Yahudi sejak tahun 1920-an.

Penembak memasuki gedung saat berlangsungnya sebuah upacara pemberian nama bagi seorang bayi.

Ketua Federasi Yahudi Pittsburgh Jeff Finkelstein mengatakan kepada wartawan, pada setiap Sabtu pagi sinagoga itu dikunjungi sekitar 50 atau 60 orang jemaat yang datang beribadat.

Menurut jadwal situsnya, ibadat Shabbat pagi di sana dijadwalkan antara pukul 09:45 dan 12:00.

Program pelatihan Shabbat untuk anak-anak 'di taman kanak-kanak sampai kelas tujuh' berlangsung dari pukul 10:15 sampai 11:45. Dalam acara itu hadirin belajar doa, ikut peribadatan dan mempelajari Taurat.

Sejumlah petugas polisi New York dikerahkan menjaga sinagoge setelah penembakan itu.

Robert Bowers. (Foto: AFP)

Apa yang Kita Ketahui tentang Si Penembak Itu?

Tersangka telah diidentifikasi sebagai Robert Bowers.

Agen FBI Bob Jones mengatakan bahwa Bowers tampaknya belum masuk catatan pihak berwenang sebelum kejadian ini.

Namun Bowers telah memposting konten anti-Semit pada jejaring sosial Gab di bawah nama pengguna 'onedingo.'

Di biodata di akunnya -sekarang dibekukan- tertulis: "Orang-orang Yahudi adalah anak-anak Setan".

Pada Sabtu pagi, dia mengecam kelompok Yahudi yang membantu pengungsi, Hebrew Immigrant Aid Society (HIAS) dan mengatakan dia tidak bisa 'duduk-duduk saja dan menonton kaum saya dibantai'.

Dalam posting sebelumnya, ia menyerang Presiden AS Donald Trump dan komunitas Yahudi.

"Trump adalah seorang globalis, bukan nasionalis," tulisnya. "Tidak ada #MAGA selama ada infestasi kike."

Dalam posting lain, dia berkata: "Sebagai catatan, saya tidak memilih dia (Trump), dan saya juga tak punya tak mengenakan, bahkan tak menyentuh topi MAGA (Make America Great Again, semboyan Trump).

Dia juga menyatakan dukungan pada konspirasi QAnon - sebuah teori kalangan sayap kanan pro-Trump yang percaya bahwa Trump menyusun rencana rahasia untuk menyelidiki dan menangkap bintang terkenal atau elit politik yang korup atau melecehkan anak kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini