nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Raih Prestasi di Asian Para Games, Rektor UNS Bebaskan Biaya UKT

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 14:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 29 65 1970384 mahasiswa-raih-prestasi-di-asian-para-games-rektor-uns-bebaskan-biaya-ukt-BASyoF4OYU.png Mahasiswa UNS (Foto: Dokumentasi UNS)

SURAKARTA – Asian Para Games 2018 telah usai digelar pada 6-13 Oktober 2018 lalu. Tetapi euforia pesta olahraga disabilitas itu masih terasa. Kedua mahasiswa program studi pendidikan luar biasa (PLB) fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Sugiyanti dan Ni Made Arianti Putri berhasil meraih 5 medali perak dan 1 medali perunggu di kompetisi tersebut.

Atlet cabang olahraga para cycling, Sri Sugiyanti berhasil mendapat 3 medali perak dan 1 medali perunggu serta atlet dari cabang olahraga atletik Ni Made Arianti Putri berhasil mendapat 2 medali perak.

Rektor UNS Prof. Ravik Karsidi merasa sangat bangga kepada kedua mahasiswanya karena telah menorehkan prestasi yang gemilang, sehingga dirinya memberikan apresiasi yang luar biasa atas prestasi yang diraih oleh keduanya.

Baca Juga: UNS Panen Cum Laude Terbanyak, Rektor: Wisudawan Harus Jadi Kaum Intelektual yang Solutif

“Meski dalam keterbatasan namun keduanya sungguh luar biasa bisa mengharumkan nama Bangsa Indonesia dan UNS,” ujarnya yang dikutip Okezone dari laman UNS, Senin (29/10/2018).

Kemudian Prof. Ravik mengungkapkan sesuai dengan dengan peraturan yang ada, dua mahasiswa UNS yang berhasil membawa pulang 5 medali perak dan 1 medali perunggu ini memperoleh penghargaan dari UNS berupa pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus kuliah.

“Namun karena Sri Sugiyanti merupakan mahasiswa Bidikmisi maka untuk penghargaan kami kompensasi dalam bentuk lain. Ya nanti sekiranya barang pokoknya yang bisa menunjang untuk kegiatan pembelajaran,” ucapnya.

uns

Lebih lanjut Prof. Ravik mengungkapkan bahwa Sri Sugiyati bisa mendapatkan UKT gratis apabila Sri nantinya akan melanjutkan S2 di UNS.

“Ketika saya tanya yang bersangkutan (Sri) ingin melanjutkan S2 di UNS, ya syaratnya harus lulus sarjana dulu dan bisa memungkinkan untuk S2 gratis di UNS. Lalu yang Ni Made Arianti Putri juga memperoleh dua perak akan kita berikan penghargaan berupa pembebasan UKT hingga lulus,” katanya.

Sementara itu, Sri Sugiyanti menyampaikan terimakasih kepada Rektor UNS yang telah memberikan dukungan sehingga bisa berlaga di APG 2018.

Baca Juga: Pertama Kali, UNS Wisuda Lulusan Prodi Profesi Insinyur

“Terimakasih atas doa dan dukungannya sehingga saya bisa pulang bawa tiga perak dan satu perunggu. Saya memiliki harapan bisa melanjutkan studi S2 dan bisa menjadi seorang dosen,” ujarnya.

Dengan perolehan tiga perak dan satu perunggu tersebut, Sri juga memperoleh bonus dari pemerintah sebesar Rp1,75 Miliar. Ketika ditanya uang bonus dari pemerintah mau digunakan untuk apa, atlet berusia 24 tahun ini masih malu-malu untuk menjawab.

Selain Sri Sugiyanti dan Ni Made Arianti Putri, ada satu lagi mahasiswa UNS yang ikut APG 2018 yaitu Nanda Mei Sholihah dari Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS untuk Cabor Atletik.

“Nanda ini mengalami cidera, jatuh saat latihan,” tutup Ravik.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini