nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dosen UGM Kembangkan Program Pendidikan Interprofesional Kolaboratif Kesehatan

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 11:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 30 65 1970813 dosen-ugm-kembangkan-program-pendidikan-interprofesional-kolaboratif-kesehatan-npxcnM5Jra.jpg Mahasiswa UGM (Foto: Website UGM)

YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan program pendidikan interprofesional kolaboratif Gadjah Mada On Interprofessional Education Collaborative (GM-IPEC) bagi mahasiswa dalam kluster kesehatan.

GM-IPCE ini diinisiasi oleh dosen D IV Kebidanan SV Mumtihana Muchlis, SST., M.Kes., bersama Psikolog dan dosen Psikoilogi Dian Mufitasari, S.Psi., M.Psi., dan dosen FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan) dr. Fitriana, MSc., FM.

Baca Juga: Strategi UGM Bereskan Polemik Sawit di Kawasan Hutan

Mumtihana Muchlis mengatakan program ini dibuat untuk mengembangkan kompetensi kolaborasi antar mahasiswa bidang kesehatan. Dikembangkan oleh sejumlah dosen lintas profesi kesehatan melalui hibah pengabdian kepada masyarakat berbasis Education for Sustainable Development (ESD) UGM.

“Kolaborasi antar profesional tenaga kesehatan merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Melalui praktik kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan dan dapat memberikan hasil pelayanan kesehatan secara komperehensif yang optimal,” ujarnya yang dilansir Okezone dari laman UGM, Selasa (30/10/2018).

ugm

Interprofesional Education, lanjut Mumtihana, telah dilakukan di UGM seperti lewat program KKN, namun hal ini masih dengan tema yang beragam dan belum spesifik pada bidang kesehatan. Demikian pula dengan FKKMK telah lama mempunyai Program Community and Family Health Care (CFHC) berbasis IPE yang melibatkan tiga program studi yang berada di FKKMK.

“UGM memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan IPE karena UGM memiliki delapan program studi kesehatan, yaitu Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kebidanan, Keperawatan, Gizi Kesehatan, Psikologi, Farmasi, dan Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan. Oleh sebab itu, kami (para dosen) berinisiatif mengembangkan IPE lebih luat dengan melibatkan lebih banyak disiplin ilmu untuk memberi pengalaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa kesehatan,” ucapnya

Lebih lanjut Mumtihana menjelaskan konsep dari implementasi ESD ini adalah mengenalkan prinsip IPC (Interprofessional Education Collaborative) hingga membudayakan mahasiswa interprofesi dalam berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan yang kompleks di masyarakat terutama untuk mencapai target-target SDGs 2030.

Baca Juga: Kubu Prabowo Kecewa UGM Cabut Izin Lokasi Seminar Sudirman Said dan Ferry Mursyidan

“Implementasinya ini meliputi pembentukan tim atau komunitas IPE (baik dosen maupun mahasiswa), penyusunan modul, sosialisasi dan pelatihan IPE, hingga implementasi IPEC di komunitas. Kemudian program GM-IPEC merupakan langkah awal dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan, baik dalam bentuk kurikuler, ko-kurikuler atau ekstrakurikuler,” jelasnya.

Mumtihana menyebutkan melalui program ini juga akan mendukung penerapan rencana strategis UGM 2017-2022 yang salah satunya adalah mengembangkan pendidikan dan pembelajaran lintas disiplin dan paparan kompetensi global.

“Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak terutama pimpinan fakultas dan universitas agar pengembangan IPEC dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini