Menaker Hanif Dhakiri Minta Perusahaan Gencar Rekrut Pekerja Difabel

Rizka Diputra, Okezone · Rabu 31 Oktober 2018 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 1 1971304 menaker-hanif-dhakiri-minta-perusahaan-gencar-rekrut-pekerja-difabel-qb6u6MzQND.JPG Menaker RI, Hanif Dhakiri (Foto: Biro Humas Kemnaker RI)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri mengajak perusahaan baik BUMN/BUMD atau swasta untuk mulai menerapkan kewajibannya dengan mempekerjakan para penyandang disabilitas. Hal itu sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mengamanatkan perusahaan swasta untuk mempekerjakan satu persen penyandang difabel dari total pekerjanya, sedangkan perusahaan BUMN sebanyak dua persen.

Penerapan itu sekaligus untuk menjawab isu penting berupa pasar kerja didorong menjadi inklusi, yang juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Perusahaan harus memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk bekerja secara formal serta memiliki ikatan kerja yang jelas dengan perusahaan,“ kata Menaker Hanif Dhakiri saat membuka acara Seminar Inklusi Film Disabilitas dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018 kemarin.

Menteri Hanif menegaskan bahwa sudah saatnya semua pihak memperkuat komitmen dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas dan perwujudan masyarakat inklusif tanpa melihat latar belakang apa pun, menyandang disabilitas atau tidak. “Mereka harus memiliki kesempatan dan ruang yang sama untuk bisa bekerja, berkarya, dan berkontribusi bagi Republik Indonesia yang tercinta ini,“ kata dia.

Menurutnya, isu atau tantangan kedua yang harus diselesaikan bersama bukan hanya pemerintah dan perusahaan/dunia usaha, namun juga dengan komunitas masyarakat menyangkut kompetensi.

“Bagaimana penyandang disabilitas ini juga memiliki daya saing, keunggulan, kompetensi yang bersifat soft skill dan hard skill agar mereka juga bisa berkompetisi di pasar kerja dengan yang lain,“ terang Hanif.

Ia menambahkan, untuk mengakomodir kepentingan tersebut, maka akses terhadap pelatihan berkualitas bagi penyandang disabilitas juga sangat penting. Hingga saat ini, Kemnaker memiliki 19 Balai Latihan Kerja (BLK).

Menaker Hanif Dhakiri

“Kita semakin memperkuat akses bagi penyandang disabilitas di berbagai kejuruan yang mereka minati. Misalnya BLK Bekasi, kita kembangkan IT, dan sekarang sudah punya kejuruan untuk animasi. Ke depan, proses kejuruan games,“ ucapnya.

Dirinya juga menegaskan kebijakan pelatihan di Kemnaker saat ini dibuat sesederhana mungkin tanpa adanya batasan. Sehingga, siapa saja yang membutuhkan pelatihan tanpa peduli sekolah atau tidak, tak pandang usia maupun kondisi fisik mereka bisa kapanpun mengikuti pelatihan secara gratis.

Sementara, Seminar dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif 2018 merupakan rangkaian kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada 3 Desember 2018 bertema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas" serta salah satu wujud kepedulian Kemnaker terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. "Seminar dan expo ini sekaligus mendorong upaya menghilangkan praktik/tindak diskriminasi, khususnya di dunia kerja," kata Menaker.

Turut hadir dalam seminar tersebut yakni Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Dirjen Binapenta dan PKK Maruli A. Hasoloan, Dirjen Binwasnaker Sugeng Priyanto, Kepala Barenbang Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bappenas, dan hampir 200an tenaga kerja disabilitas produktif. Pada kesempatan itu, Menaker Hanif Dhakiri menyerahkan bantuan dana kepada Komunitas Pecinta Film Indonesia (KPFI).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini