Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Ungkap 6 Misinya di Visionary Leader Season 3

Abu Sahma Pane, Okezone · Rabu 31 Oktober 2018 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 1 1971361 wali-kota-medan-dzulmi-eldin-ungkap-6-misinya-di-visionary-leader-season-3-9W9XVriWDd.jpeg Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Foto: Abu Sahma Pane/Okezone

JAKARTA - Wali Kota Medan Dzulmi Eldin hadir dalam Indonesia Visionary Leader Season 3 yang digelar di Auditorium Gedung Sindo pada Rabu (31/10/2018). Dalam acara itu ia menggambarkan secara rinci seputar kota Medan dan pembangunannya ke depan.

Sedikitnya ada enam misi pembangunan Kota Medan pada 2016-2021. Yakni:

Pertama, Menumbuhkembangkan stabilitas, kemitraan, partisipasi dan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota. Kedua, menumbuh kembangkan harmonisasi, kerukunan, solidaritas, persatuan dan kesatuan serta keutuhan sosial berdasarkan budaya daerah dan identitas lokal multikulturalisme. Ketiga, meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk pengembangan kreativitas dan inovasi daerah guna meningkatkan kemampuan kompetitif serta komparatif daerah.

Kemudian keempat, menyelenggarakan tata ruang kota yang konsisten serta didukung ketersediaan infrastruktur dan utilitas kota yang semakin modern serta berkelanjutan. Kelima, mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat melalui peningkatan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat secara merata dan berkeadilan, dan ke enam, mengembangkan kepribadian masyarakat kota berdasarkan etika dan moralitas keberagaman agama dalam bingkai kebhinekaan.

Khusus dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, Eldin menuturkan pihaknya berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

"Sehingga memudahkan investasi masuk ke kota kita ini (Medan) dan tentunya nantinya pemerintah bersama masyarakat dan stakeholder yang ada bisa membangun kota ini yang lebih terbuka," ucapnya.

Meski begitu ia juga mengingat pembangunan Kota Medan masih mengalami beberapa kendala, yakni soal komunikasi dan koordinasi daerah dan pemerintah pusat.

"Dalam membangun kota Medan masih ada kendala antara kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dengan pemerintah daerah, ini yang belum singkron dengan apa yang kita harapkan," ucapnya.

Pemaparan Eldin sendiri dinilai oleh sejumlah panelis yang berkompeten. Mereka yang menilai yakni Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, Ketua Pembina Indonesia Institute for Corporate Directorship Andi Ilham Said dan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute sekaligus pakar komunikasi politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto.

Penilaian para panelis tersebut diharapkan bisa diserap Pemerintah Kota Medan sehingga produktivitas kinerja di sana meningkat.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini