nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia Divonis 10 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 12:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 31 18 1971374 mantan-pm-bangladesh-khaleda-zia-divonis-10-tahun-penjara-NPxIFdwfIa.jpg Mantan PM Bangladesh, Khaleda Zia. (Foto: Reuters)

DHAKA – Pengadilan Bangladesh menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada mantan perdana menteri Khaleda Zia atas tuduhan penerimaan suap. Vonis itu menutup kemungkinan bagi Zia untuk maju dalam pemilihan umum Desember mendatang.

Partai oposisi Nasionalis Bangladesh (BNP) yang dipimpin Zia dalam keadaan kacau sejak Zia dipenjara pada Februari menyusul dakwaan terhadap kasus suap yang menjeratnya dan keluarganya. Zia mengatakan, dakwaan tersebut bermotif politik.

BACA JUGA: Mantan PM Bangladesh Divonis Lima Tahun Penjara Atas Tuduhan Korupsi

"Khaleda Zia tidak dapat berpartisipasi dalam pemilihan kecuali putusannya dibatalkan," kata Jaksa Agung Mahbubey Alam sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (31/10/2018).

Zia membantah tuduhan tersebut. Pihaknya telah mendesak pemerintah untuk membebaskan Zia dan menyerukan diberlakukannya pemerintahan sementara yang netral sebelum pemungutan suara Desember.

Pada Senin, pengadilan memvonis Zia dengan hukuman tujuh tahun penjara atas tuduhan penyalahgunaan dana sebesar 31,5 juta taka (sekira Rp5,6 miliar) dari piutang pada 2005, dalam tuntutan yang berbeda.

Zia yang menjalani perawatan di rumah sakit karena penyakit arthritis dan diabetes bulan tidak datang ke persidangan dan diwakili oleh pengacaranya. Pengacara Zia mengatakan akan mengajukan banding dan memprediksi bahwa sang mantan perdana menteri akan dapat mengikuti pemilihan.

“Kami akan mengajukan banding dan kami percaya dia akan mendapatkan keadilan. Dia akan memenuhi syarat untuk mencalonkan diri dalam pemilihan karena putusan, ” kata Sanaullah Mia.

Partai BNP mengatakan bahwa putusan terhadap Zia tidak pernah terjadi sebelumnya dan bermotif politik.

"Ini adalah keputusan abnormal yang merupakan cerminan jelas dari keinginan pemerintah," kata Sekretaris Jenderal BNP, Mirza Fakhrul Islam Alamgir kepada wartawan.

Pada Februari, pengadilan mendakwa Zia, putranya dan stafnya atas tuduhan pencurian uang senilai 21 juta taka (sekira Rp3,8 miliar) dari dana asing untuk panti asuhan yang dibentuk saat Zia menjabat sebagai perdana menteri dari 2001 sampai 2006.

BACA JUGA: Setelah 230 Tahun, Tahanan di Bangladesh Akhirnya Akan Mendapatkan Bantal

Pengadilan juga memvonis putra Zia, Tarique Rahman yang juga bertindak sebagai pimpinan sementara partai, dengan hukuman seumur hidup atas tuduhan rencana pembunuhan terhadap Perdana Menteri Sheikh Hashina pada 2004. Rahman saat ini hidup di pengasingan di London, Inggris.

BNP juga menyebut dakwaan itu sebagai upaya menyingkirkan keluarga Khaleda dari perpolitikan Bangladesh.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini