nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Hanya Lembaga Penelitian yang Bisa Merespons Perubahan

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 17:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 01 65 1972088 presiden-jokowi-hanya-lembaga-penelitian-yang-bisa-merespons-perubahan-1PzNeRvVYJ.jpeg Presiden Jokowi (Foto: Dokumentasi LIPI)

TANGERANG SELATAN – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pagi ini hadir dalam acara pembukaan Indonesia Science Expo 2018 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhebition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam acara ini dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan dinamika perkembangan dunia sudah semakin cepat sehingga dia meminta kepada lembaga penelitian harus mampu merespons dinamika tersebut.

lipi

“Respons atas perubahan ini tidak bisa dilakukan oleh lembaga lain kecuali lembaga penelitian. Lembaga penelitian harus jadi ekosistem pembangunan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (1/11/2018).

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah sudah saatnya dipaksa untuk bekerja lebih cepat, karena dunia sudah berubah total. Revolusi Industri 4.0 sudah membawa tantangan baru di dunia.

“Saat ini dunia berubah begitu sangat cepat dan semua keterbatasan menjadi tidak relevan. Semua ketidakmungkinan bisa diterobos oleh ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi,” ucapnya.

Baca Juga: Mengejutkan, Ternyata Mikroplastik Ditemukan dalam Feses Manusia

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir pun menjelaskan agenda Nawacita ke-6 berupa penguatan daya saing telah diterjemahkan dalam integrasi kegiatan riset kementerian, lembaga negara, dan perguruan tinggi.

“Saat ini peringkat publikasi ilmiah internasional Indonesia adalah yang kedua di Asia Tenggara di bawah Malaysia dengan 22.164 publikasi internasional,” jelas Nasir.

Selain itu, aspek pelaporan dan pertanggungjawaban kegiatan riset telah disederhanakan.

lipi

“Saat ini fokusnya adalah hilirisasi riset ke industri,” ujarnya.

Menteri Nasir berharap angka publikasi ilmiah Indonesia di akhir tahun ini akan mencapai peringkat pertama di Asia Tenggara. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengungkapkan pihaknya membuka seluruh infrastruktur laboratorium serta sumber daya peneliti untuk dimanfaatkan masyarakat.

“Langkah ini kami lakukan untuk mengejar kecepatan menciptakan inovasi. Ide dan kreativitas bisa datang dari mana saja, dengan membuka diri akan membuka inspirasi-inspirasi baru,” tutupnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini