nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

37 Mahasiswa RI yang Raih Prestasi di Kancah Internasional

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 18:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 01 65 1972110 37-mahasiswa-ri-yang-raih-prestasi-di-kancah-internasional-IUOmGVpxZz.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Banyak anak-anak bangsa Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional pada beragam bidang, seperti bulutangkis, olimpiade sains, sepak bola, seni, fashion, dan automotif.

Atas prestasi yang mereka capai tersebut membuat nama Indonesia dikenal oleh dunia. Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, berikut ini anak bangsa yang mampu menorehkan prestasi di kancah internasional.

1. Bidang Seni : 16 Mahasiswa UGM Raih Juara Pertama di Korea Selatan

Komunitas seni tari tradisional Aceh Rampoe UGM berhasil meraih juara I dalam Wonju Dynamic Dancing Carnival 2018 yang berlangsung 11-16 September 2018 di Korea Selatan. Dalam kompetisi itu, Rampoe UGM sukses menjadi jawara setelah berhasil menyisihkan 38 tim lain dari 13 negara di dunia.

 Baca Juga: Hari Inovasi, Rumah Masa Depan Dual Power Besutan FT UI

Ketua Rampoe UGM Asih Laraswati menyampaikan dalam misi kebudayaan di Korea Selatan ini pihaknya menurunkan 16 penari putri dengan didukung 3 pemusik, 1 penyanyi, 1 manajer, dan 1 fotografer. “Kami menampilkan tarian Aceh Ratoeh Jaroe pada kompetisi di Korea Selatan kemarin,” jelasnya, dilansir dari laman UGM, Selasa (18/9/2018).

Tari Aceh Ratoeh Jaroe merupakan tari yang menggambarkan kehidupan masyarakat Aceh sehari-hari yang menjunjung tinggi solidaritas. Dalam penampilannya diiringi dengan syair-syair Islam.

2. Bidang Teknologi : 5 Mahasiswa UB Ciptakan Jaket Hiportemia Raih Medali Emas di China

Tim J-ROID yang merupakan gabungan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya meraih medali emas dalam ajang kompetisi The 10th International Exhibition of Inventions (IEI) & The 3rd World Invention and Innovation Forum (WIIF) 2018 di kota Foshan, China yang digelar pada tanggal 13-15 September 2018.

Tim J-ROID ini mampu mengalahkan 253 tim dari 49 negara melalui ciptaan mereka yaitu inovasi teknologi di bidang kesehatan berupa jaket yang berfungsi untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Terlebih mereka juga mendapatkan penghargaan tambahan yakni penghargaan khusus dari Thailand sebagai inovasi terbaik.

Baca Juga: Hari Inovasi, Kini Robot pun Punya Sentuhan Emosi

Melansir dari website UB, Kamis (27/9/2018), Ketua tim J-ROID Bagas Priyo Hadi Wibowo (Teknik Elektro 2015) menjelaskan dibuatnya jaket ini untuk mengantisipasi kasus hipotermia di Indonesia.

“Di Indonesia sendiri sering terjadi kasus tentang hipotermia dan hipertermia mengingat di lingkungan geografis Tanah Air terdapat beberapa daerah yang memiliki suhu ekstrem. Nah, jaket ini berfungsi untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujar Bagas.

3. Bidang Bisnis : Ide Bisnis Foto Album Tiga Dimensi, Mahasiswa Unair Yasinta Suci Linggasari Raih Penghargaan di Singapura

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Yasinta Suci Linggasari berhasil meraup omzet Rp10 hingga Rp15 juta per bulan. Penghasilan ini dia dapat dari bisnis yang dirintisnya sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga kuliah semeter tujuh di Unair.

Bukan hanya itu, berkat ide bisnisnya, mahasiswi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair itu meraih penghargaan The Best Entrepreneurial Idea dalam acara Youth on Entrepreneurship Program yang diadakan di Malaysia – Singapura pada 5-7 Agustus lalu.

Mengenai bisnis itu, Yasinta mengatakan bahwa idenya berawal dari latar belakang setiap orang yang menyukai foto untuk mengabadikan momen penting mereka tetapi tidak untuk di simpan dalam flashdisk atau hardisk saja. Kemudian dia mulai menjajaki kecanggihan teknologi dan membuat dunia bisnisnya berubah. “Untuk itu saya mengusulkan ide berupa platform printing online yang memudahkan customer untuk mencetak foto-foto mereka lewat aplikasi,” ucapnya.

Yasinta membuat sesuatu yang berbeda yaitu mencetak foto dari platform printing. Yang artinya customer bisa memilih desain tema dan konsep 2D atau 3D yang mereka sukai. Beberapa tema yang tersedia antara lain, tema ulang tahun, anniversary, summer, zoo, menyesuaikan foto yang ada.

4. Bidang Kesehatan : 4 Mahasiswa Unair Raih Medali Emas Buat Teh Untuk Diabetes dari Kulit Semangka

Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Novia Tri Handika, Indriani Dwi Wulandari, Nurul Hidayati, dan Neisya Pratiwindya Sudarsiwi berhasil meraih medali emas dan special Award Negara Thailand dalam ajang 10th International Exhibition of Inventions and The 3rd World Invention and Innovation Forum (IEI & WIIF 2018) di Foshan, China.

Atas prestasi membanggakan ini mereka berinovasi dengan sesuatu hal yang mereka ciptakan. Keempat mahasiswa tersebut mengangkat ide pemanfaatan kulit ari buah semangka dan sari melati sebagai teh terapeutik sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Albedo Romin Tea sebagaimana nama yang diidekan, memanfaatkan kandungan utama albedo atau biasa kulit ari semangka: citruline, senyama kimia yang membantu proses produksi insulin pada hati yang membantu menurunkan kadar gula dalam darah. Penambahan kelopak bunga rosella memiliki kandungan flavonoid mampu bekerja sebagai anti radikal bebas, membantu memperbaiki kinerja sel beta pankreas sebagai produsen insulin tubuh.

“Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan penghargaan ini. Perjuangan selama 5 bulan mempersiapkan lomba ini akhirnya terbayarkan. Kami bisa membuktikan bahwa kami bisa berprestasi dan mengharumkan nama almamater,” papar Neisya.

Inovasi ini rencananya akan dilakukan pengkajian pra-klinis melalui hewan coba mencit. Keempat mahasiswa tersebut berharap, pembuktian tersebut mampu meloloskan produknya untuk dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dan dapat dipatenkan.

5. Bidang Makanan : 5 Mahasiswa Unpad Raih Juara Tiga Berkat Pemanfaatan Limbah Makanan

Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Tim Unpad yang terdiri dari lima mahasiswa ini berhasil meraih juara tiga dalam kompetisi IUFoST Rose Spiess Award for a Sustainable Food Suppy di Mumbai, India pada (23 -27/10/2018) lalu.

Kelima mahasiswa program studi teknologi pangan fakultas teknologi industri yang terdiri dari Isfari Dinika, Timothy Darmanto Wijaya, Florensia Irena, Fasya Utba, dan Dalih Dwi Hadiyan ini juga tergabung dalam tim Padjadjaran Food Research dan selalu berhasil meraih juara dalam ajang tahunan yang diikuti sejumlah mahasiswa dari penjuru dunia ini.

Dalam kompetisi ini, tim yang di bawah bimbingan dosen Robi Andoyo, PhD, menyampaikan ide terkait pemanfaatan limbah makanan untuk diolah menjadi edibel film untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan pengemas. Berawal dari ide pemanfaatan limbah makanan untuk diolah menjadi edibel film muncul untuk menjawab permasalahan terkait tingginya limbah makanan yang dihasilkan dari konsumsi rumah tangga maupun rumah makan.

“Limbah makanan tentunya berpotensi mencemari lingkungan. Kemudian ide ini dikemas dalam tema the Potential of Indonesia Food Waste. Untuk inovasi konsepnya diharapkan nantinya dapat menyelesaikan permasalahan kemanan pangan serta mampu menjawab tantangan keberlanjutan untuk masa depan,” ujarnya yang dikutip Okezone dari laman Unpad, Senin (29/10/2018).

6. Bidang Teknologi : 6 Mahasiswa UGM Raih Juara I dalam Ajang International Robot Contest di Korea Selatan

Tim Robotik Universitas Gadjah Mada (UGM), Gadjah Mada Robotic Team (GMRT) berhasil meraih juara I untuk kategori Autonomous Curling dan juara III untuk Boxing dalam ajang International Robot Contest (IRC) 2018 di Korea Selatan pada 11-13 Oktober 2018.

Tim GMRT terdiri atas Ikrima Sabri (Fakultas Teknik), Tribagus Novandi Winantyo (Fakultas Teknik), Dini Nur Anisa (Fakultas Teknik), Muhammad Hadyan Akbar (Fakultas Teknik), Farchan Hakim Raswa (Fakultas MIPA) dan Arifandhi Nur Muhamad (Fakultas MIPA) dengan dibawah dosen pembimbing Wahyono, Ph.D.

Salah satu anggota tim GMRT Dini menjelaskan terkait kategori Curling dan Boxing yang dimenangkan oleh timnya. Pada kategori Curling ada 2 macam, yaitu RC dan autonomous. Curling merupakan perlombaan menendang bola hockey sampai tepat sasaran.. Sementara itu untuk penilaian boxing, tambah Dini adalah setiap robot yang terjatuh karena serangan lawan akan mendapat penalti satu poin.

Total peserta RC curling dan autonomous curling sekitar 25 tim yang berasal dari lima negara, yaitu Korea, Hongkong, Taiwan, Jepang dan Indonesia. Tim UGM mendapatkan juara satu autonomous curling. Salah satu sebab robot UGM menang pada kategori ini karena tendangannya jauh.

“Kelemahannya adalah motion yang kurang stabil sehingga robot rentan jatuh saat mengejar bola,” katanya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini