nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penguatan Daya Saing, Riset Indonesia Tertinggi Kedua di ASEAN

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 20:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 01 65 1972165 penguatan-daya-saing-riset-indonesia-tertinggi-kedua-di-asean-Eoqx0lPoaI.jpg Foto: Menristekdikti Mohammad Nasir (Dok BKKP)

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengatakan program pemerintah melalui Nawa Cita ke-6 akan memberikan tekanan khusus kepada penguatan daya saing.

Dalam meningkatkan daya saing, perlu adanya kemampuan nasional untuk menyelesaikan masalah kebutuhan dasar, efisiensi ekonomi, dan inovasi.

“Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerjemahkan misi itu ke dalam penyatuan komponen kegiatan riset, teknologi dan pendidikan tinggi, baik yang dikelola oleh Pemerintah maupun oleh swasta, agar melahirkan riset yang menjadi awal bergeraknya inovasi, untuk kemudian disiapkan lembaga dan sumberdayanya untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing,” ujar Nasir dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (1/11/2018).

 Baca Juga: 9 Kampus dengan Publikasi Riset Terbanyak di Indonesia

Hal ini dikatakan Nasir dalam pembukaan acara Indonesia Science Expo 2018 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Serpong hari ini.

Nasir menjelaskan riset Indonesia yang selama ini dilakukan sebelum pemerintahan Presiden Jokowi, selalu berada di ranking 4 di ASEAN di bawah Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Di mana saat itu, lanjut Nasir Indonesia ada 5.250 riset yang sudah dipublikasi di Internasional, sementara Thailand 9,500, Singapura 18.000, dan Malaysia 28.000.

“Sesuai dengan kebijakan dan arahan Presiden riset-riset harus disederhanakan dalam pertanggungjawaban dan dihilirisasi pada Industri. Saat ini per tanggal 21 Oktober 2018 Riset Indonesia berada di ranking 2 ASEAN dengan jumlah riset sebanyak 22.222, Malaysia 24.045, Singapura 17.600, dan Thailand 13.200 dan saat ini sudah masuk 965 inovasi yang masuk industri baik industri kecil, menengah maupun besar,” jelasnya.

 Baca Juga: Anggaran Riset Indonesia Tidak Besar, Tapi Sudah Berprestasi

Untuk ketiga kalinya di gelar, Indonesia Science Expo (ISE) 2018 ini berupaya mengenalkan dan menambah wawasan masyarakat terhadap hasil karya anak bangsa dan meningkatkan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia serta diharapkan menjadi awal untuk kebangkitan inovasi yang ada di Indonesia.

Sementara itu, hadir juga Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko. Dia mengatakan ISE 2018 adalah event yang menampilkan hasil riset karya anak bangsa sebagai kontribusi terhadap perkembangan iptek dan arah ilmu pengetahuan di Indonesia.

“Tema ISE Tahun 2018 adalah Celebrating Science and Innovation dengan tujuan untuk mengomunikasikan atau memasyarakatkan apa yang telah dilakukan peneliti Indonesia dalam bidang riset dan manfaatnya bagi masyarakat luas,” ujarnya.

 Baca Juga: Kemenristekdikti Terbitkan 100 Kampus Terbaik 2018

Kemudian Handoko berharap ISE pada tahun ini mampu menyebarluaskan hasil-hasil riset karya anak bangsa sehingga, hasil-hasil riset terimplementasikan secara nyata.

“Kami berharap hasil-hasil riset yang ditampikan di ISE dapat dimanfaatkan dalam pembuatan landasan kebijakan pemerintah sehingga bisa berkontribusi bagi peningkatan daya saing bangsa di tingkat dunia,” tegas Handoko.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini