nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Pelaut Asing Diamankan Petugas Imigrasi di Pelabuhan Tanjung Perak

Antara, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 04:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 02 519 1972717 7-pelaut-asing-diamankan-petugas-imigrasi-di-pelabuhan-tanjung-perak-f19PiLHU1C.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SURABAYA - Kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya mengamankan tujuh pelaut warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya karena diduga melanggar dokumen keimigrasian.

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementeriah Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur Zakaria mengatakan, tujuh pelaut WNA itu berasal dari Mesir dan India.

"Dua orang dari Mesir bernama Nasr Habahy Ali da Ahmed Muhammed Hasan. Lima orang lainnya dari India bernama Shaik Soheil, Landa Khrisna, Vishal Singh, Dharmavarapu dan Muhammad Samer," ujarnya, Jumat (2/11/2018).

Dia menjelaskan, tujuh pelaut WNA tersebut merupakan awak kapal MV Zack Bachacha 1 milik PT Java Ocean Shipping, berbendera Mesir.

"Kapalnya mengalami kerusakan dan saat ini sedang dalam perbaikan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," katanya.

 penangkapn

Tujuh pelaut WNA itu, Zakaria menandaskan, menggunakan visa kunjungan saat datang ke Indonesia.

"Izin tinggal mereka sudah habis masa berlakunya sejak sekitar lima bulan yang lalu," ujarnya.

Menurut Zakaria, seharusnya dalam masa perbaikan kapal, mereka bisa melapor ke pihak imigrasi sehingga akan diberikan perpanjangan izin tinggal.

"Selain itu mereka bisa minta ke agennya untuk dipulangkan ke negaranya masing-masing. Saat ini kami sudah memanggil agennya yang berada di Jakarta," katanya.

Sementara ini, tujuh pelaut WNA tersebut ditempatkan di Rumah Imigrasi di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Mereka dikenakan tindakan administratif selama 60 hari sebelum nantinya dipulangkan ke negara asalnya.

"Sesuai ketentuan, tujuh orang ini harus diambil tindakan berupa deportasi," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini