nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Nelayan Jepara Terombang-Ambing 3 Hari di Lautan

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 04 November 2018 02:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 03 512 1972977 2-nelayan-jepara-terombang-ambing-3-hari-di-lautan-tPSvkgI0Rf.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SEMARANG – Dua nelayan asal Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, terombang-ambing di tengah lautan selama tiga hari karena mesin perahu mendadak mati. Mereka juga tak bisa dihubungi oleh rekan-rekan maupun keluarganya akibat baterai ponsel terkuras habis.

Keduanya adalah Yono dan Mahruf. Mereka berangkat melaut sejak Rabu 31 Oktober ke Perairan Bonda, Jepara, dengan menggunakan perahu sopek. Semula perahu bertuliskan Sido Barokah itu berjalan lancar hingga tiba-tiba mesin mogok.

Sekuat tenaga, mereka berusaha menyalakan mesin. Namun, usaha keduanya tak membuahkan hasil. Sebagai nelayan yang telah lama ditempa untuk menyesuaikan dengan segala cuaca di lautan, mereka mencoba tak panik.

Ponsel menjadi senjata terakhir untuk meminta meminta bantuan. Berulangkali mereka menekan tombol nomor-nomor untuk menghubungi rekan-rekan sesama nelayan. Usaha itu pun lagi-lagi tak membuahkan hasil. Bahkan baterai ponsel kian menipis hingga habis sama sekali.

 nelayan

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto, mengatakan, pihaknya baru menerima laporan peristiwa itu pada Jumat 2 November. Mereka melaut di Perairan Bonda dengan kedalaman 45 meter.

“Sudah dilakukan pencarian melibatkan tiga kapal sampai dipertengahan arah Pulau Karimunjawa tapi tidak ada hasil. Hingga pada Jumat pukul 22.35 WIB, mendapat kabar bahwa perahu perahu Sido Barokah ada di Perairan Semarang Barat,” kata Arwin, Sabtu (3/11/2018).

Petugas pun segera bergerak ke lokasi, untuk mencari dua korban. Apalagi, mereka juga mulai kehabisan bekal makanan. Kedua nelayan itu baru ditemukan pada Jumat malam di Perairan Kendal, sebelah barat Semarang, oleh nelayan setempat.

“Selama terapung di laut, keduanya tidak bisa mendapat makanan. Saat ditemukan, keduanya selamat. Kapalnya lalu ditarik menggunakan kapal-kapal nelayan setempat. Saat ini, mereka sudah pulang kembali ke rumah masing-masing,” tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini