nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejabat Madiun Ikut Pendidikan Militer, Dikarantina di Markas Marinir

Solopos.com, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 03 519 1972875 pejabat-madiun-ikut-pendidikan-militer-dikarantina-di-markas-marinir-L18wEys66d.jpg Bupati Madiun Ahmad Ragil Saputro (Abdul Jalil/Madiunpos)

MADIUN - Seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Madiun, Jawa Timur mulai kepala dinas hingga camat dikarantina selama beberapa hari di Markas Marinir TNI Angkatan Laut di Surabaya. Para pejabat Madiun ini mengikuti seringakaian pendidikan militer di markas militer itu.

Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro mengatakan kegiatan karantina ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa korsa dan kebersamaan para pejabat di Pemkab Madiun. Supaya para pejabat baik di OPD maupun di kecamatan memiliki satu persepsi dan satu frekuensi dalam membangun Madiun.

Dipilihnya markas militer sebagai tempat karantina, kata dia, karena dianggap sebagai tempat yang tepat untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kedisiplinan. Namun, bupati menegaskan kegiatan ini bukan untuk membuat para pejabat sipil memiliki jiwa militeristik.

"Di kamp militer ini kita ambil jiwa korsanya. Satu sakit semuanya sakit. Untuk memupuk kebersamaan dan kekeluargaan seluruh pejabat di Madiun," jelas dia, Jumat (2/11/2018).

Pria yang akrab disapa Kaji Mbing ini menjelaskan kegiatan karantina ini wajib diikuti seleuruh pejabat termasuk dirinya. Mereka juga akan mendapatkan berbagai materi tentang pendidikan militer.

"Kami ingin one team one dream. Satu tim satu tujuan," tegas Kaji Mbing.

Selama karantina berlangsung, mereka mengenakan seragam khusus yang telah disiapkan panitia. Seluruh atribut jabatan mereka juga harus dilepas sehingga mereka sama-sama untuk belajar.

Seluruh peserta juga wajib berendam di kolam yang menjadi salah satu bagian pelatihan pembentukan mental kebersamaan.

Untuk makan, para pejabat ini juga menggunakan tempat makan yang sederhana dengan menu makanan sederhana. Tempat makannya berupa loyang seng. Ini untuk membentuk kesederhanaan para pejabat.

Sampai kapan kegiatan karantina ini akan berlangsung, bupati menyampaikan karantina terus dilakukan hingga muncul kebersamaan antar pejabat. "Saya ingin menciptakan kebersamaan. Satu sakit semuanya merasakan sakit," kata dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini