nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potret Kekuatan Superglobal di China yang Terekam Lensa Fotografer

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 04 November 2018 12:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 04 18 1973093 potret-kekuatan-superglobal-di-china-yang-terekam-lensa-fotografer-rnGZriGfio.jpg (Foto: Martin Parr/Magnum Photos)

PARA fotografer yang tergabung dalam agensi foto Magnum Photos sudah lama memiliki keterlibatan budaya dan daya tarik dengan China.Sang pendiri Robert Capa dan Henri Cartier-Bresson pertama kali meliput ke negara ini saat penugasan fotografi pada 1930-an dan '40-an, menandai awal dari hubungan dengan negara yang berlanjut selama beberapa dasawarsa.

Magnum menyajikan potret panorama China dan orang-orangnya melalui perubahan dan pergolakan dalam sejarahnya baru-baru ini. Dan, inilah sebagian kecil foto-foto pilihan yang masih tersimpan dalam arsip mereka.

Henri Cartier-Bresson, 1949

Foto Henri Cartier-Bresson ini menunjukkan salah satu panglima perang terakhir, Jenderal Ma Hung-kouei.

Kala itu, Ma Hung-kouei berkuasa di wilayah barat laut Cina, tetapi pasukan yang dipimpinnya meninggalkan dirinya.

Di belakangnya terdapat tulisan kuno, yang berbunyi: "Seorang jenderal yang baik harus memainkan peran yang indah dalam sejarah. Ia harus dipuja selama seratus generasi. Ia harus mementingkan pasukannya dan juga untuk rakyatnya."

(Foto: Henri Cartier-Bresson/Magnum Photos)

Bruno Barbey, 1973

Fotografer Bruno Barbey mengunjungi Beijing saat Cina berada pada momen penting di tahun 1973.

Setelah tahun-tahun penuh gejolak Revolusi Kebudayaan, negara itu mulai membuka kembali hubungannya dengan negara-negara di dunia.

Kunjungan Barbey ini bertepatan dengan lawatan Presiden Prancis, Georges Pompidou ke Cina.

Foto Barbey ini memperlihatkan para siswi yang berbaris melintasi Lapangan Tiananmen, mereka tengah mempersiapkan penyambutan Presiden Pompidou.

Tampak latar belakangnya foto Ketua Partai Komunis Cina Mao Zedong , dan slogan-slogan, "Hidup Republik Rakyat Cina. Panjang umur persatuan orang-orang di dunia."

(Foto: Bruno Barbey/Magnum Photos)

Eve Arnold, 1979

Eve Arnold melakukan perjalanan dari Mongolia Dalam ke Tibet, dan dari Beijing ke Shanghai untuk mengabadikan foto orang-orang dan pemandangan dramatis di negara itu.

Meski gambar yang dipotretnya menunjukkan kehidupan di pedesaan, mereka mengisyaratkan perubahan yang akan datang.

Di sini, seorang perempuan dilatih untuk menjadi milisi di Mongolia Dalam.

(Foto: Eve Arnold/Magnum Photos)

Patrick Zachmann, 1982

Patrick Zachmann mengunjungi Cina pada tahun 1982, di masa reformasi budaya.

Setelah Mao Zedong meninggal pada 1976, negara tersebut mulai melonggarkan pengawasannya di bidang pemodalan dan rakyat mulai membenahi kebebasan pribadi dan sosialnya.

Foto Zachmann ini menunjukkan kerumunan orang di Beijing yang menyaksikan 'Long-Nose', sebuah istilah yang merujuk pada semua orang Barat, termasuk fotografer.

(Foto: Patrick Zachmann/Magnum Photos)

Stuart Franklin, 1989

Ketika perubahan ekonomi dan sosial mulai kelihatan, demonstrasi publik pun bermunculan.

Namun, pada tahun 1989, kerusuhan menyebabkan tragedi, ketika pemerintah memobilisasi pasukan untuk mengambil tindakan terhadap mahasiswa yang menduduki Lapangan Tiananmen, menewaskan ratusan pengunjuk rasa.

Foto Stuart Franklin yang menunjukkan pria yang tengah menghadang iringan tank baja seorang diri di Lapangan Tiananmen menjadi sebuah metafora ikonik pada peristiwa-peristiwa ini.

(Foto: Stuart Franklin/Magnum Photos)

Ian Berry, 1992

Pada tahun 1992, Ian Berry mengunjungi Shenzhen, Provinsi Guangdong, yang mengalami perkembangan pesat di kota dan industri.

Investasi komersial melihat gelombang orang-orang yang masuk ke kota; foto Berry menggambarkan berbaurnya Cina kuno dan modern.

(Foto: Ian Berry/Magnum Photos)

Chris Steele-Perkins, 2015

Penghasilan yang minim di wilayah pedesaan membuat sebagian orang harus membuat keputusan sulit untuk pindah ke kota besar. Mereka terpaksa meninggalkan anak-anak mereka yang akhirnya harus diurus oleh para kerabatnya.

Chris Steele-Perkins mengunjungi salah satu desa di Provinsi Yun Nan, ia memotret beberapa anak yang belajar di sekolah etnis Yi yang berjumlah 20 murid.

Guru mereka, yang lahir di desa itu, untuk 'sementara' mengajar mereka selama delapan tahun, karena kesulitan menemukan orang yang mau menjadi guru di tempat itu.

(Foto: Chris Steele-Perkins/Magnum Photos)

Foto-foto ini diambil dari Magnum Photo 'Magnum China', diedit oleh Colin Pantall dan Zheng Ziyus dan diterbitkan oleh Thames and Hudson.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini