nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Rindang untuk Atasi Masalah Penghijauan

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Minggu 04 November 2018 12:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 04 65 1973091 mahasiswa-its-ciptakan-aplikasi-rindang-untuk-atasi-masalah-penghijauan-fnMtqTaGid.jpg Mahasiswa ITS Juara di Management Startup Challenge Expo Unair (Foto: ITS)

SURABAYAInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mencetak inovasi baru. Inovasi tersebut datang dari ketiga mahasiswa departemen teknik industri yaitu Abdul Malik Sulaiman, Yan Arthur Yohanes, dan Sultan Naufal Malano Arthur melihat salah satu permasalahan sosial di Indonesia tentang masalah penghijauan dan para penjual tanaman.

Ketiga mahasiswa tersebut kemudian membuat sebuah gagasan bisnis rindang yang mengedepankan aspek lingkungan di Indonesia atas gagasan tersebut mereka juga berhasil menjadi juara pertama pada perlombaan Management Startup Challenge Expo Unair (Universitas Airlangga) 2018 dengan gagasan bisnis Rindang.

Baca Juga: Kompetisi Beton Nasional Antar-Mahasiswa, Siapa Juaranya?

Salah satu anggota tim Arthur mengatakan menghadirkan aplikasi Rindang sebagai jasa pemetaan, perawatan, serta perbaikan taman yang menghubungkan penjual dan pembeli. Pada gagasan bisnis Rindang ini, jelas Arthur mengedepankan aspek lingkungan di Indonesia yang menurutnya terdapat salah satu masalah sosial di Indonesia yaitu masalah penghijauan.

“Visi dari gagasan bisnis ini sendiri adalah membantu Indonesia untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan penghijauan yang meliputi pembuatan, perawatan, perbaikan, serta penambahan tanaman. Rindang secara tidak langsung juga ikut membantu kehidupan ekonomi para tukang tanaman di Indonesia,” ujarnya yang dilansir Okezone dari laman ITS, Minggu (4/11/2018).

Selain itu, pada ide bisnis ini Arthur menyisipkan tentang pentingnya penghijauan. Sebab, salah satu tujuan gagasan bisnis ini adalah jasa konsultasi penghijauan.

“Apalagi di pulau jawa dengan indeks lingkungan hidup yang paling buruk yakni 54%. Dengan ini masyarakat akan lebih cinta terhadap lingkungan,” ucapnya.

Baca Juga: Maritime Challenge ITS Memenangkan Balap Kapal Tanker

Arthur menambahkan, gagasan bisnis ini jika diimplementasikan akan menjadi prospek yang sangat bagus di masa depan sebab kondisi lingkungan Indonesia yang kurang membaik.

“Hadirnya Rindang juga dapat membantu perekonomian penjual tanaman,” tambahnya.

Untuk cara pendistribusiannya maupun penjualannya pun beragam, Arthur menuturkan memulainya dari cara offline dan online. Dalam proposal bisnisnya, Arthur dan tim berencana mendistribusikan aplikasi rindang di playstore.

“Kami juga memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini guna mendukung suksesnya ide bisnis ini,”tutunya.

Di sisi lain, tersebarnya penjual di seluruh Indonesia lebih memudahkan gagasan bisnis ini untuk diimplementasikan. Arthur pun mengingatkan pentingnya penghijauan demi keberlangsungan hidup di masa mendatang.

“Dengan penghijauan kita dapat menjaga lingkungan dari kerusakan,” pungkasnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini