nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Desa Dikelola Mahasiswa, Hasilnya?

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Minggu 04 November 2018 15:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 04 65 1973132 dana-desa-dikelola-mahasiswa-hasilnya-s5qaoCDWWF.jpg Mahasiswa IPB Buat Aplikasi Estafetkebaikan.com (Foto: IPB)

BOGOR – Upaya pengembangan dan inovasi untuk bangsa terus dilakukan seluruh sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB). Kali ini dua mahasiswa IPB Edo Bagasunanda (Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan) dan Zulfa Fauziah (Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen) membuat gagasan inovatif untuk pemberdayaan potensi desa-desa di nusantara melalui Estafetkebaikan.com, sebuah platform website berbasis crowdfunding untuk meningkatkan sistem perekenomian desa yang terintegrasi.

Atas gagasannya tersebut Edo dan Zulfa berhasil meraih juara pertama dalam lomba karya tulis mahasiswa nasional Mechanomorposa II yang diselenggarakan di Universitas Bangka Belitung, pada awal Oktober lalu.

Baca Juga: Mahasiswa IPB Ciptakan Tisu Waterless untuk Cuci Piring

Salah satu anggota tim Edo mejelaskan gagasan Estafetkebaikan.com diinisiasi karena kerisauannya tentang kurang efektifnya pendanaan untuk pemberdayaan desa.

“Dengan adanya platform ini akan menghubungkan donator dengan komunitas di desa-desa tertinggal dengan sistem crowdfunding dan metode e-comment (Education, Coaching, and Training),” ujarnya yang dikutip Okezone dari laman IPB, Minggu (4/11/2018).

Edo menjelaskan pemberdayaan potensi desa dengan melakukan crowdfunding berbasis website menjadi solusi efektif dalam membantu permodalan usaha masyarakat desa untuk meningkatkan lapangan pekerjaan.

“Sistem ini juga mengajarkan gotong royong dan budaya berbagi dengan konsep pemberdayaan masyarakat kecil dan menengah. Melalui platform yang terintegrasi dan metode e-comment, membuat semakin yakin bahwa program pemberdayaan desa yang direncanakan akan terealisasikan,” jelas Edo.

Baca Juga: Keren, Mahasiswa Ini Ciptakan Pasta Gigi Praktis dari Cangkang Telur

Menurutnya, beberapa pendanaan untuk pemberdayaan desa kadangkala belum berjalan maksimal hingga tahap akhir dan evaluasi.

“Oleh karena itu kami memberikan edukasi untuk memberikan wawasan dan motivasi masyarakat desa untuk mengembangkan produk unggulan, selanjutnya dilakukan coaching atau pelatihan sekaligus evaluasi program serta dengan adanya mentoring atau pendampingan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program,” katanya.

Setelah melalui berbagai seleksi dari abstrak, hingga full paper, tim IPB berhasil masuk lima besar dan sukses membawa piala juara pertama dalam kompetisi ini.

“Ini adalah pengalaman pertama kami sebagai mahasiswa semester tiga mencoba mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Dan alhamdulillah bisa meraih juara. Dewan juri sangat tertarik dengan karya kami dengan ide yang kami tawarkan, bahkan dewan juri berharap karya kami mendapatkan dukungan dari instansi terkait untuk segera diimplementasikan,” tambah Zulfa.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini