nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Singapura dan Malaysia Jadi 2 Negara Asia dengan Kemampuan Bahasa Inggris Tertinggi

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 05 November 2018 16:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 05 65 1973580 singapura-dan-malaysia-jadi-2-negara-asia-dengan-kemampuan-bahasa-inggris-tertinggi-m9aLTn0spi.jpg Ilustrasi Belajar (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Sebuah studi global mengungkapkan data bahwa warga Singapura dan Malaysia adalah dua negara yang paling mahir berbahasa Inggris.

Pada edisi kedelapan, EF English Proficiency Index (EPI) tahun ini, telah memperhitungkan 1,3 juta orang dewasa yang bukan penutur asli bahasa Inggris di 88 negara dan wilayah.

Singapura menempati peringkat ketiga secara internasional, menjadikannya negara Asia pertama yang masuk ke tiga tempat teratas, di belakang Swedia dan Belanda. Tahun lalu Singapura menduduki peringkat kelima dari 80 negara.

Kemudian Malaysia pada peringkat 22 internasional. Ini menempati peringkat ke-13 dari 80 negara dalam indeks tahun lalu.

Baca Juga: HUT Bahasa Indonesia ke-90, Mengenang Ki Hadjar Dewantara sang Penggagas Konsep

Di antara negara-negara Asia, Singapura menduduki puncak grafik, sementara Malaysia berada di urutan ketiga, di belakang Filipina. Studi ini mengaitkan skor tinggi Singapura dan Malaysia dengan sebuah inisiatif belajar bahasa Inggris yaitu Gerakan Berbicara Bahasa Inggris Dengan Baik (Speak Good English Movement Singapura) yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong pada tahun 2000, dan Malaysia’s Professional Up-skilling of English Language Teachers (Pro-ELT) didanai oleh Kementerian Pendidikan Malaysia.

Melalui lokakarya, seminar, kontes, dan program sepanjang tahun, Speak Good English Movement Singapura mendorong warganya untuk berbicara dan menulis menggunakan Bahasa Inggris Standar, daripada bahasa Singlish lokal.

Sejak tahun 2012, proyek Pro-ELT Malaysia juga telah mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris dan mengajar lebih dari 15.000 guru sekolah dasar dan menengah Malaysia di seluruh 13 negara bagian.

English Proficiency Index (EPI) didasarkan pada nilai tes dari Tes Bahasa Inggris English First (EF) yang merupakan tes bahasa Inggris gratis pertama di dunia.

Baca Juga: Karya Legendaris Sastra Indonesia, AA Navis hingga Pramoedya Ananta Toer

Studi ini juga menemukan bahwa secara global, orang yang berusia 20-an dapat berbicara bahasa Inggris sangat baik. Dan untuk pertama kalinya, orang berusia 26 hingga 30 tahun dapat mengungguli mereka yang berusia 21 hingga 25 orang di seluruh dunia.

Namun, ketika datang ke bertemu dengan siswa-siswa sekolah, kelompok profesional akan melewati kelompok usia lain di negara-negara yang di mana bahasa Inggris telah diperkenalkan atau diprioritaskan terlebih dahulu. Tetapi para profesional juga menginsentif finansial mereka kepada para pengajar untuk belajar bahasa Inggris supaya lebih mahir dan meluangkan waktu agar menjadi lebih mahir daripada siswanya.

Dalam studi tersebut juga mengatakan banyak negara di mana semua orang berbicara bahasa Inggris dengan baik atau buruk, dengan sedikit perbedaan antara kelompok usia, sering menjadikan tidak ada nya perubahan besar dalam lanskap pembelajaran bahasa Inggris selama beberapa dekade.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini