nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Turki Sebut Sanksi dan Isolasi AS Terhadap Iran Berbahaya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 06 18 1974080 menlu-turki-sebut-sanksi-dan-isolasi-as-terhadap-iran-berbahaya-wFd3cpGvCE.jpg Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. (Foto: Reuters)

ANKARA – Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengkritik sanksi baru yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap industri perminyakan dan pengapalan Iran. Cavusoglu mengatakan langkah Washington untuk mengisolasi Iran berbahaya dan tidak adil menghukum rakyat negara itu.

Komentar itu disampaikan Cavusoglu kepada reporter di Jepang, sehari setelah Washington menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran, dan meninggalkan perjanjian program nuklir antara Teheran dengan enam kekuatan dunia, termasuk AS yang disepakati pada 2015.

BACA JUGA: Rouhani: Sanksi AS Adalah Bentuk Terorisme Ekonomi!

“Kami tidak percaya ada hasil yang bisa dicapai dengan sanksi. Saya pikir dialog dan pembicaraan yang bermakna lebih berguna daripada sanksi, ” kata Cavusoglu sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (6/11/2018).

Sanksi AS tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghambat ekspor minyak Iran, tetapi juga untuk menekan Teheran agar menghentikan program rudal balistik dan dukungannya terhadap militan di Suriah, Yaman, Lebanon dan wilayah-wilayah lainnya di Timur Tengah.

AS menyatakan sanksi itu pada akhirnya akan membuat perdagangan minyak mentah Iran ke seluruh dunia berhenti, tetapi saat ini memberi pengecualian kepada delapan negara: China, Jepang, India, Korea Selatan, Italia, Yunani, Taiwan dan Turki untuk melanjutkan perdagangan minyaknya dengan Teheran.

BACA JUGA: AS Siap Jatuhkan "Sanksi Terberat" Terhadap Iran

Turki bergantung pada minya mentah Iran untuk memenuhi kebutuhan energinya, karena jarak antara kedua negara, kualitas minyak dan perbedaan harga yang menguntungkan.

Cavusoglu juga mengatakan tidak mudah bagi negara-negara termasuk Turki dan Jepang untuk melakukan diversifikasi sumber daya energi demi mematuhi sanksi.

"Tidak hanya negara tetangga tetapi banyak negara dari berbagai wilayah di dunia yang terkena dampak sanksi sepihak ini."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini