nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bunuh Bayi Kembar Hasil Pacaran, Perempuan Ini Diadili

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 11:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 06 244 1973912 bunuh-bayi-kembar-hasil-pacaram-perempuan-ini-jalani-diadili-hVHx8t88Eg.jpg Bunuh Bayi Kembar, Perempuan Muda Jalani Sidang Perdana di PN Denpasar, Bali (foto: Balipost/Asa)

BALI - Dafriana Wulansari alias Lani, seorang perempuan muda yang tega membunuh bayi kembar hasil hubungannya dengan sang pacar menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Denpasar, pada Senin 5 November 2018.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Putu Ari Suparmi dari Kejari Denpasar mendakwa Lani karena telah melalukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Masih dalam dakwaan, disebutkan bahwa ibu muda itu dijerat dalam Pasal 76 c Jo Pasal 80 ayat 3,4, UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Baca Juga: Hamil di Luar Nikah, Perempuan Muda Nekat Bunuh Bayi Kembar Tanpa Sepengetahuan Pacar) 

Diuraikan jaksa dihadapan majelis hakim pimpinan Novita Riama, pada 12 Juni 2018 Pukul 17.00 Wita terdakwa dijemput Fenantianus Karitas Redento alias Fenan yang merupakan pacar terdakwa untuk nginap di kos di Jalan Ratna Gang Wedakura, Denpasar, Bali.

Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock) 

Malam harinya, terdakwa mulai merasakan sakit di bagian perut dan merasakan bayi yang dikandungnya hendak lahir. Dan tak lama memang bayi yang dikandungnya lahir bahkan kembar.

Namun, bayi kembar tersebut dianiaya dengan cara dicekik dan ditusuk dengan pisau dapur hingga meninggal dunia oleh sang ibu kandung. Masih di tempat kejadian perkara (TKP), karena melahirkan dan melakukan kekerasan terhadap anak, tentu darah di kamar kos berceceran.

Terdakwa dibantu pacarnya kemudian menghilang jejak darah di kamar mandi. Selain itu bayi kembarnya yang dibunuh dibungkus mengunakan plastik dan ditaruh dicelah samping kamar kos.

(Baca Juga: Ibu Muda di Bekasi Cekik Bayinya hingga Tewas karena Malu Melahirkan di Luar Nikah)

Minggu 15 Juni 2018 sekira pukul 12.00 wita, saksi Waluyo mencium bau tidak sedap dari celah kamar kos yang ditempati saksi Fenan. Setelah di cek sumber bau tak sedap itu berasal dari jasad bayi kembar yang dibuang terdakwa.

Kontan penemuan orok itu heboh. Dan peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi dan terdakwa pun ditangkap.

Menanggapi dakwaan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Kaspar Gambar mengatakan, tidak merasa keberatan sehingga sidang dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini