nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aniaya Ibu Kandung, Pria Gangguan Jiwa Diamankan Satpol PP

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 16:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 06 244 1974067 aniaya-ibu-kandung-pria-gangguan-jiwa-diamankan-satpol-pp-2l9HVwMD8D.JPG Pria gangguan jiwa diamankan Satpol PP (Foto: Balipost)

GIANYAR – Seorang pria dengan gangguan jiwa, I Wayan Budi diamankan petugas Satpol PP Gianyar pada Senin 5 November 2018 kemarin. Pria berusia 35 tahun itu diketahui kerap mengamuk dengan membawa senjata tajam di rumahnya di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh. Bahkan, ia kerap menganiaya ibu kandungnya sendiri, Ni Wayan Mekar.

Petugas Satpol PP Gianyar, I Wayan Nasta menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan warga setempat, terkait keberadan ODGJ yang meresahkan. "Dia sering mengamuk di rumah dengan memukul ibunya, sehingga membuat warga sekitar resah," katanya, seperti dikutip dari Balipost, Selasa (6/11/2018).

Tak hanya itu, Budi juga kerap berbuat onar sambil membawa senjata tajam. Ia pun hobi merusak berbagai perabotan di rumahnya sendiri.

Warga setempat yang resah dengan kondisi ini lantas melapor ke Satpol PP Gianyar. Menerima laporan ini petugas langsung mendatangi alamat I Wayan Budi pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Beruntung saat didatangi petugas, Budi sedang berada di kamar tanpa berbekal senjata tajam. "Jadi keluarganya sudah menyimpan perabotan yang tajam, sehingga saat saya datangi dia tidak melawan. Saya suruh ganti baju kemudian langsung diajak ke mobil," bebernya.

Pelaku kini sudah berada di RSUJ Bangli untuk diberi penanganan lebih lanjut. Wayan mengatakan, Budi sebelumnya memang sempat diamankan oleh petugas Satpol PP, namun ketika dibawa ke RSUJ Bangli putra pertama dari Ni Wayan Mekar ini tidak diterima. "Dulu ada kekurangan berkas identitas diri, sehingga piha RSUJ tidak bisa menerima, tapi sekarang sudah lengkap," katanya.

Pelaku kata dia, memang memiliki riwayat sakit jiwa sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan karena penyakitnya itu, sulung dari tiga saudara ini sampai berhenti sekolah. "Saudarinya juga ada yang mengalami ganguan jiwa, tetapi hanya diam di kamar, tidak pernah menggangu ke luar," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini