nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hutan dan Hewan di Istana Cipanas Akan Dikelola IPB?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 07:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 06 65 1974171 hutan-dan-hewan-di-istana-cipanas-akan-dikelola-ipb-PF47tqiFvF.jpg IPB (Foto: Dok. IPB)

JAKARTA - Istana Kepresidenan Cipanas menyimpan hutan dan hewan di dalamnya. Agar terkelola dengan baik, pihak Istana Cipanas telah melirik Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Kami berharap bisa bekerjasama dengan IPB di antaranya: pengaturan lanskap Istana Cipanas, kaitannya dengan pemeliharaan hewan-hewan dan pengelolaan hutan Istana,” kata Kepala Istana Cipanas Mustofa Alatas, seperti dikutip Okezone dari laman IPB, Rabu (7/11/2018).

Baca Juga: Dana Desa Dikelola Mahasiswa, Hasilnya?

Hal itu diungkapkan oleh Mustafa saat rombongan dari IPB berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas, belum lama ini, dalam rangka menjajaki rencana kerjasama pengelolaan istana khususnya pengaturan lanskap, pemeliharaan hewan-hewan, taman dan hutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubdit Hubungan Alumni Direktorat Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB Beginer Subhan, M.Si, Dosen Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB Dr. Ir. Nizar Nasrullah, MAgr, dan Dosen Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan IPB Dr.Naresworo Nugroho.

Baca Juga: Mahasiswa IPB Ciptakan Tisu Waterless untuk Cuci Piring

Tim IPB diajak berkeliling melihat lanskap, hutan, dan beberapa fasilitas lainnya. “Dulu pada saat mahasiswa kami pernah melakukan praktikum di Istana Kepresidenan Cipanas untuk melihat kondisi kayu-kayu pada bangunan yang berada di istana. Hal seperti ini juga dapat dilakukan sebagai salah satu wujud nyata kerjasama yang akan dijalin nantinya,” kata Dr. Naresworo.

Ini merupakan kunjungan kedua dari tim IPB dengan membawa tim yang lebih beragam. Kunjungan sebelumnya dilakukan bersama tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dalam rangka menjajaki kerjasama terkait penanganan hewan peliharaan di istana seperti kuda dan unggas,” papar Beginer.

(Feb)

Sekadar diketahui, Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede yang berhawa sejuk. Sejak zaman kolonial Istana Cipanas sudah dijadikan tempat bagi para Gubernur Jenderal. Pemandian air panas, sumber air mineral, serta udara pegunungan yang bersih, makin menyempurnakan kompleks itu sebagai tempat persinggahan yang digemari para pejabat tinggi. Presiden Soekarno menjadikan Istana Cipanas sebagai tempat mencari inspirasi bagi pidato-pidatonya. Demikian seperti dikutip dari laman presidenri.go.id.

Pendiri Istana Cipanas adalah Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron Van Imhoff, yang juga penggagas pembangunan Buiten zorg. Pada Agustus 1742 dengan pengawalan pasukan grenadiers VOC sang Gubernur Jendral melakukan ekspedisi ke arah Priangan dengan mengajak dua orang anggota Raad van Indie (Dewan Hindia), seorang dokter, seorang juru ukur tanah, dan seorang pendeta.

Baca Juga: Keren, Mahasiswa Ini Ciptakan Pasta Gigi Praktis dari Cangkang Telur

Pada 23 Agustus 1742 ekspedisi mencapai Kampoeng Baroe, yang kemudiaan oleh Van Imhoff dibangun Buiten zorg atau sekarang disebut dengan Istana Bogor. Dua hari kemudian rombongan Van Imhoff tiba di Cisarua dan terus mendaki ke arah Puncak hingga mencapai sebuah sumber air panas yang menyembur di bawah sebatang pohon karet munding. Van Imhoff langsung jatuh cinta dengan tempat ini dan berniat membangun sebuah rumah tetirah. Seorang juru ukur segera dikirim untuk membuat peta dan mematok kapling untuk bangunan yang dicita-citakannya.

Baca Juga: Teknologi Monorel dalam Distribusi Pangan, Cara Kerjanya seperti Apa?

Van Imhoff sendiri lalu membuat sketsa bangunan Istana Cipanas yang diilhami rumah musim panas Eropa, tetapi dengan memadukan arsitektur tropis. Pada 1742 pembangunan Istana Cipanas dimulai dengan mendatangkan para tukang kayu dari Tegal dan Banyumas yang dikenal rajin dan rapi garapannya. Hampir seluruh konstruksi bangunan terbuat dari kayu jati. Besi cor juga dipakai sebagai penguat dan ragam hias bangunan.

Selama masa pembangunan itu, Van Imhoff sering datang menengok, sekaligus untuk berendam air panas. Dokter pribadinya bahkan menyarankan untuk minum air dari sumber itu yang diketahui mengandung belerang dan zat besi dicampur dengan susu yang mempunyai khasiat penyembuhan. Istana Cipanas selesai dibangun pada 1746.

(Feb)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini