Kembali dari Pengungsian, Warga Jono Oge Bangun Hunian Sementara

Antara, · Rabu 07 November 2018 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 07 340 1974427 kembali-dari-pengungsian-warga-jono-oge-bangun-hunian-sementara-AN9BCrMutN.jpg Desa Jono Oge yang bergeser 3 Km akibat bencana lukuifaksi (Foto: Okezone)

SIGI - Sejumlah warga korban bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,4 SR di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang sudah kembali dari pengungsian kini mulai membangun hunian sementara agar bisa mereka tempati untuk istirahat dan berlindung dari teriknya matahari dan hujan.

"Yang penting bisa untuk tinggal sementara, sambil menunggu rumah yang rusak diterjang gempa dibangun lagi," kata Zeso, salah seorang warga Desa Jono Oge, Rabu (7/11/2018).

Ia mengatakan, meski hanya hinian sementara yang serba darurat, yang penting bukan lagi tinggal di lokasi pengungsian. Menurutnya, lebih nyaman dan tenang tinggal di areal permukiman sendiri dari pada bertahan di pengungsian.

Rata-rata warga Jono Oge yang telah kembali dari mengungsi, terpaksa membangun sendiri tempat tinggal, meski hanya sederhana menggunakan papan dan atap rumbia (atap yang terbuat dari daun pohon enau). Mereka membangun tetap di atas tanah milik sendiri. Ada yang membangunya di halaman depan rumah dan juga di samping.

Hal senada juga disampaikan Tamu, ayah empat anak itu mengatakan meski hanya pondok-pondok kecil dan sederhana, yang penting bisa dihuni sementara sampai bisa bangun rumah yang representatif. Rumahnya juga hancur diterjang gempabumi dasyat yang terjadi pada 28 September 2018.

Desa Jono Oge adalah salah satu desa di Kabupaten Sigi yang terdampak parah bencana alam gempa bumi. Hampir 100 persen bangunan rumah di desa itu rusak berat.

Kalaupun ada rumah yang masih berdiri, tetapi sesungguhnya sebagian badan rumah sudah masuk dalam lumpur sehingga tidak layak lagi untuk menjadi tempat tinggal.

Dampak Bencana Sulteng

Bahkan satu dusun yakni dusun II benar-benar hilang bagaikan ditelan bumi. Di dusun itu, tidak satupun lagi rumah yang terlihat. Yang ada saat ini hanya kebun jagung, beberapa pohon kelapa dan sawah yang padinya siap panen.

Di Desa itu, kata Eni, seorang kader kesehatan dan keluarga berencana (KB), saat gempa bumi diikuti sumburan lumpur. Banyak rumah dan harta benda milik warga yang terkubur dalam lumpur. Bahkan puluhan warga meninggal dan hingga kini belum ditemukan dan diduga kuat telah terkubur lumpur.

Data BPBD Kabupaten Sigi mencatat jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di daerah yang bertengga langsung dengan Kota Palu, Ibu Kota Provinsi itu sekitar 2.00-an jiwa.

(put)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini