Remaja Kecanduan Air Rebusan Pembalut, Dinkes Semarang Terjunkan Tim

Taufik Budi, Sindo TV · Rabu 07 November 2018 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 07 512 1974675 remaja-kecanduan-air-rebusan-pembalut-dinkes-semarang-terjunkan-tim-PEH8FU3G2n.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang segera membentuk tim untuk menindaklanjuti temuan perilaku menyimpang remaja yang gemar meminum air rebusan pembalut wanita.

Selain mencari tahu kandungan di dalam gel pembalut, juga meneliti dampak buruk terhadap kesehatan.

"Jika di lapangan ada temuan seperti itu, maka kita akan lakukan langkah pencegahan. Termasuk mengetahui dampak buruk bagi kesehatan atas kebiasaan itu (meminum air rebusan pembalut),” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang Sarwoko Oetomo, Rabu (7/11/2018).

(Baca Juga: Sejumlah Remaja di Jawa Tengah Kecanduan Air Rebusan Pembalut)

Remaja kencanduan air rebusan pembalut

Dia mengaku, sudah mendengar kabar perilaku menyimpang anak-anak berusia 13-16 tahun yang ditemukan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah tersebut. Gel pembalut sesungguhnya untuk menyerap darah haid sehingga tak semestinya dikonsumsi meski hanya direbus.

“Ini jelas tidak sehat. Menyimpang dari nalar sehat. Entah bagaimana remaja-remaja itu bisa melakukan tindakan tersebut (merebus pembalut wanita untuk diminum airnya),” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, mengatakan, menemukan kasus remaja merebus pembalut sebagai pengganti sabu.

(Baca Juga: YLKI Temukan Pembalut Wanita Mengandung Klorin)

Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang mendiami wilayah pinggiran kota, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.

“Narkotika ini pada kelompok tertentu mungkin mahal, sehingga pada kelompok masyarakat tertentu bagi anak-anak ini yang masih mencoba terutama anak jalanan, juga pingin seperti itu (mengonsumsi sabu),” kata Suprinarto.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini