Tim Kampanye Bantah Anggapan Jokowi Sempitkan Makna 'Milenial'

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 04:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 07 605 1974306 tim-kampanye-bantah-anggapan-jokowi-sempitkan-makna-milenial-asc1khcpWI.jpg Jokowi menunggangi sepeda motor custom. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin menyanggah pernyataan pihak-pihak yang menyebut Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan penyempitan makna 'milenial'.

Menurut Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Putra Nababan, justru karena pembawaan Jokowi yang milenial, Jokowi selalu menjadi pas mengenakan atribut-atribut kekinian.

"Jadi Pak Jokowi suka musik heavy metal, suka naik motor, trendy, suka pakai jeans, pakai sepatu kets, itu memang bawaan dia. Ada pemimpin-pemimpin yang tidak cocok, tetapi menurut saya Pak Jokowi sangat cocok dengan itu," kata Putra di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Blusukan Jokowi ke Pasar Anyar Tangerang, Jokowi Naik Motor Custom

Pernyataan Putra ini disampaikan menanggapi sindiran Koordinator juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa Jokowi melakukan kepura-puraan dalam bersikap, hanya untuk menarik simpati kaum milenial. Dahnil juga menganggap Jokowi dan timnya mempersempit definisi 'milenial' hanya sekadar kategori umur dan kategori fisik.

Putra menegaskan, makna 'milenial' memang bukan hanya ditentukan oleh umur atau jenis pakaian yang dikenakan. Baginya, milenial pertama-tama adalah tentang watak.

(Baca juga: Prabowo Subianto Minta Maaf soal 'Tampang Boyolali', Berikan Klarifikasi Seperti Ini)

"Milenial itu adalah watak, kepribadian, jiwa yang progresif dan revolusioner, yang selalu mencari bentuk. Ada juga orang usia muda tapi prilakunya seperti orang tidak produktif, malas bergerak, bangun siang, tidak ada jiwa juang apalagi inovasi. Jadi menangkap milenial itu jangan di usia saja, jangan di pakaian," jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Berwatak, berkepribadian serta berjiwa progresif dan revolusioner itulah yang menjadi titik pacu bagi Putra untuk menyebut seseorang sebagai milenial atau bukan. “Berjiwa milenial itu adalah berjiwa yang terus bergerak untuk mencari cara melayani masyarakat, terus bekerja, terus mencari bentuk, terus berinovasi, terus berkarya," jelas Putra.

Caleg DPR RI dari Dapil Jakarta Timur itu menilai Jokowi sebagai sosok yang progresif dan revolusioner. Itu dibuktikan sejak Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo, dengan blusukan yang selalu dilakukan untuk menemukan banyak hal dan melahirkan banyak program mengutungkan rakyat serta kebijakan populer. Itu semua, menurut Putra, adalah kebaruan yang dilakukan oleh Jokowi.

"Jadi milenial itu bukan pakaiannya, bukan jaketnya, bukan itu memang. Dan Pak Jokowi memang bukan seperti itu. Tapi Pak Jokowi itu sudah berwatak milenial, pemimpin milenial, itu sejak dia menjadi wali kota di Solo, begitu banyak program yang dibuat, begitu banyak blusukan yang dilakukan, begitu banyak inovasi yang ditemukan, itu adalah ciri khas, watak dari, seorang milenial," paparnya.

"Yang penting, wataknya, kebijakanya, itu milenial. Kebijakan pro rakyat, kebijakan yang membangun dari desa, kebijakan yang pro pada kelautan, kebijakan yang memberikan sertifikat tanah, revolusi mental, itu kebijakan-kebijakan yang menyentuh rakyat, itu kan inovasi," tandas Putra.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini